Effendi Simbolon: Sampai Kapan TNI Diperlakukan Tidak Adil?

Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Effendi MS Simbolon menyambut positif TNI membangun kekuatan di Indonesia Timur. Salah satunya menurut Effendi melalui rencana pembangunan Markas Komando pelaksana di tiga Matra yaitu TNI AD akan didirikan Divisi Infanteri (Divif) 3 Kostrad, AU akan dibentuk Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) 3 dan AL membentuk Pasukan Marinir (Pasmar) 3.

“Ok, saya senang TNI di perkuat di Indonesia Timur dengan membangun Divisi Infanteri 3 Kostrad, Koopsau 3 dan Pasukan Marinir 3,” kata Effendi, di dalam acara Dialektika Demokrasi “Quo Vadis TNI”, di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Masalahnya menurut politikus PDI Perjuangan ini, pembiayaannya diambil dari anggaran TNI di kawasan barat dan tengah Indonesia. Mestinya ujar Effendi, pembangunan kekuatan TNI di timur Indonesia dengan mengadakan mata anggaran baru di APBN.

“Jangan main pindah anggaran seperti itu donk. Buat anggaran baru untuk TNI di timur Indonesia. Siapa yang berani jamin bahwa wilayah barat dan tengah Indonesia tidak ada ancaman?,” tanya Anggota DPR dari wilayah pemilihan DKI Jakarta ini.

Lebih lanjut, Presiden Simbolon se Dunia itu mengungkapkan keprihatinannya terhadap TNI diperlakukan seperti itu dan mengkritik semangat pemerintah membangun infrastruktur yang sangat berlebihan tanpa mempertimbangkan pentingnya TNI bagi NKRI.

“Kenapa TNI diperlakukan seperti itu? Sementara anggaran Kementerian PUPR bisa dibuatkan anggaran yang baru tanpa mengurangi yang sudah dan sedang berjalan. Sampai kapan TNI ini diperlakukan tidak adil?,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengkritik pernyataan pemerintah tentang anggaran TNI akan menjadi 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tapi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas enam persen. “Yang merusak niat baik terhadap TNI itu kata ‘tapi” itu. Mestinya, kalau mau bantu, bantu saja. Jangan pakai ‘tapi’,” pungkasnya.

Komentar