Swing Voter Nilai Cawapres 02 Menang TKO Lawan 01

Jakarta – Koordinator Perkumpulan Swing Voter Indonesia Adhie Massardi menyatakan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno memenangkan debat dengan predikat TKO melawan calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin. Ma’ruf menurut Adhie, terbebani dengan janji-janji calon presiden Joko Widodo atau Jokowi di pemilu presiden tahun 2014.

“Sandiaga memenangkan debat dengan TKO. Ma’ruf terbebani dengan janji Jokowi di pilpres 2014. Apa itu bisa dipenuhi oleh Ma’ruf? Jadi apa yang disampaikannya terbebani oleh masa lalu,” kata Adhie, dalam Diskusi Forum Tebet (Forte) “Menguji Kehebatan Kartu Sakti (Evaluasi Debat Cawapres Ma’ruf Amin & Sandiaga Uno)”, di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2018).

Soal kartu sakti yang juga disebut-sebut oleh Ma’ruf misalnya. “Terlalu banyak kelemahan kartu sakti mengingat jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar lebih dari 260 juta jiwa. Beda dengan Singapura yang penduduknya sedikit,” kata dia.

Kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia signifikan ujar Adhie, semua kartu-kartu tidak perlu. Lagi pula, kartu itu tidak mendidik masyarakat. “Kalau diteruskan maka rakyat kita makin malas dan bodoh yang ujung-ujungnya makin melemahnya ideologi bangsa dan merusak tatanan nilai moral,” tegas Adhie.

Selain itu, bekas jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid itu menjelaskan bahwa swing voter atau massa mengambang sesungguhnya apatisme yang besar melihat tingkah laku partai politik dan penyelenggaranya.

Meski demikian, dia tetap mendorong agar swing voter tetap menggunakan hak pilihnya di Pemilu 17 April 2019 nanti. “Kami mengajak swing voter jangan golput, gunakan hak pilih. Debat pasangan calon presiden hendaknya bisa membantu mereka untuk menentukan pilihannya,” katanya.

Adhie mengingatkan, swing voter menunggu pelaksanaan dari semua janji-janji. “Jangan seperti sekarang, dulu janji tidak impor sekarang menterinya doyan impor,” tegas dia.

Begitu juga dengan janji untuk menegembangkan ekonomi kreatif. “Yang dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif malah membawa K-Pop (Korea) ke Indonesia. Sandiaga mau memperbaiki itu semua,” ungkap Adhie.

Terakhir, Adhie juga mengaku sangat mengapresiasi gagasan Sandiaga yang akan mengoptimalisasi data Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. “KTP-e itu sudah paling lengkap memuat data penduduk, tinggal memperkayanya dengan data bergerak tanpa harus membuat kartu-kartu lagi,” pungkasnya.

Komentar