Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengakui pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak tercapai. Karena itu menurut Ara panggilan beken Maruarar Sirait, diperlukan kerja keras tim ekonomi di lima tahun ke depan.
“Kita harus fair juga, pertumbuhan ekonomi tak tercapai. Target pajak juga belum tercapai. Tim ekonomi Jokowi perlu lebih keras lagi menggenjot ekonomi pada lima tahun ke depan,” kata Ara, dalam Dialektika Demokrasi “Evaluasi Kinerja Ekonomi Nasional, Perlukah Menteri Baru?”, di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (4/7/2019).
Selain itu, Ara juga menyatakan bahwa program tax amnesty pada era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla belum berhasil karena masih banyak yang belum percaya, sehingga perlu penyempurnaan tax amnesty.
Menyikapi tantangan ekonomi yang lebih berat dalam lima tahun ke depan, Anggota Komisi XI DPR RI ini menyebut figur Chairul Tanjung cocok untuk menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian.
“Orang seperti Chairul Tanjung yang laku di market sudah saatnya mengelola Kementerian Koordinator Perekonomian,” tegasnya.
Dia tambahkan, Chairul Tanjung punya latar belakang yang lebih komprehensif. “Beliau pengusaha, teknorat serta pernah jadi Menko Perekonomian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” ungkapnya.
Selama ini menurut Ara, latar belakang Menko Perekonomian ini melulu dari akademisi. “Saatnya Menko Perekonomian kombinasi dari kalangan dunia usaha, teknorat, birokrat dan akademisi, dan itu ada pada diri Chairul Tanjung,” pungkasnya.






