Papua Barat Tak Miliki Alat Cuci Darah

Sorong – Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf tidak menemukan fasilitas hemodialisis atau alat cuci darah khusus untuk pasien gagal ginjal di seluruh rumah sakit yang ada di Provinsi Papua Barat. Rumah Sakit Sele Be Solu di Kota Sorong ujar Dede, juga tak memiliki layanan itu.

Akibatnya menurut politikus Partai Demokrat ini, ketika ada pasien gagal ginjal, layanan cuci darahnya harus dibawa ke Makassar atau Manado, dengan biaya yang sangat besar sekali.

“Itu karena tidak tersedianya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang memadai, sehingga dapat terciptanya Program Jaminan Kesehatan yang berkualitas untuk seluruh penduduk Indonesia, termasuk fasilitas hemodialisis di sini. Menurut pengakuan dokternya, sebenarnya bukan karena alatnya, tetapi karena bangunan gedung yang tidak ada,” kata Dede, usai memimpin Tim Kunker Komisi IX DPR RI ke Kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (26/7/2019).

Dede menambahkan, salah satu solusinya adalah bisa menggunakan bangunan yang ada dan untuk alat cuci darah, melalui kerja sama dengan pihak ketiga untuk menyediakan alatnya.

“Nah solusinya adalah bisa menggunakan bangunan yang ada, alat itu sekarang sudah bisa kerja sama melalui pihak ketiga. Kemudian juga pelatihan sudah disanggupi oleh Pemerintah Provinsi. Hanya nanti tinggal bagaimana bangunan yang ada bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat itu berharap kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan BPJS Kesehatan dapat terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik mulai dari sarana dan prasana fasilitas kesehatan untuk pasien dan peserta JKN yang memadai, sehingga dapat terciptanya Program Jaminan Kesehatan yang berkualitas untuk seluruh penduduk Indonesia.