Politikus Golkar: Cari yang Loyal, Jangan Pakai Menteri yang Suka Kunyah-kunyah, Dilepehin

Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi sesungguhnya tidak memerlukan menteri yang dipuji-puji oleh luar negeri. Menteri yang dibutuhkan presiden menurut Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun adalah orang loyalitasnya 100 persen kepada presiden.

Misalnya menurut politikus Partai Golkar itu, Presiden Jokowi sudah beberapa kali meminta agar menterinya menurunkan tarif pajak tertentu agar arus investasi masuk ke Indonesia sebagai upaya untuk menarik manfaat dari memanasnya hubungan dagang Amerika Serikat dengan China.

Namun menteri dimaksud menurut Misbakhun, malah memberikan berbagai kajian ekonomi yang ujung-ujungnya permintaan penurunan pajak oleh Jokowi tidak dia lakukan. “Dia kunyah-kunyah dulu permintaan itu, setelah itu dia lepehin,” kata Misbakhun, dalam Dialektika Demokrasi “Evaluasi Kinerja Ekonomi Nasional, Perlukah Menteri Baru?”, di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Padahal lanjut dia, semua puji-puji dari negara-negara tetangga terhadap menteri itu karena menteri yang antara lain mengelola pajak telah gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi yang sudah ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Menteri itu dipuji-puji negara tetangga karena gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi dan itu menguntungkan negara-negara tetangga karena investor lari dari Indonesia lantaran keberatan atas pajak. Kalau ekonomi tumbuh tujuh hingga delapan persen, okelah. Tapi kegagalan ini yang dipuji-puji asing,” ungkap Misbakhun, namun tidak menyebut nama menteri yang sedang dia kritisi.

Seorang menteri lanjut Misbakhun, mestinya selalu dalam posisi siap melaksanakan permintaan presiden, dan tidak menjawabnya dengan cara mengajukan kajian-kajian. “Saya ingatkan Pak Jokowi, cari menteri yang paling loyal, jangan pakai orang yang suka kunyah-kunyah, dilepehin, mikir-mikir lalu tidak dikerjakan. Cari menteri yang bilang siap melaksanakan perintah presiden,” usulnya.

Untuk lima tahun ke depan, Presiden Jokowi menurut Misbakhun sangat memerlukan loyalitas pembantunya sekelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

“Saya kagum itu sama Menteri PUPR, wajah beliau bisa sampai seperti itu karena melaksanakan permintaan presidennya. Pak Jokowi cari Basuki-Basuki lainnya yang paham betul maunya presiden. Jangan yang kerjanya cuma setor kajian-kajian tapi tidak menjalankan permintaan presiden,” pungkas Misbakhun.