Ambon – Anggota Komisi VI DPR RI Wahyu Sanjaya berharap renovasi Bandara Internasional Pattimura di Kota Ambon bisa selesai tepat waktu, yaitu pada Desember 2019 nanti. Dari hasil pantauan, masih ada beberapa kendala yang dihadapi dalam renovasi bandara ini, diantaranya ada keterbatasan biaya, sehingga PT. Angkasa Pura I dipaksa untuk melakukan efisiensi pembiayaan.
“Akibat naiknya harga tiket, sehingga jumlah frekuensi penerbangan berkurang. Dan jika merenovasi bandara lama terus disesuaikan dengan standar bandara baru memang agak sulit dibandingkan dengan harus membangun baru. Perlu perhitungan yang tepat,” kata Wahyu, usai meninjau Bandara Internasional Pattimura, bersama Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di Ambon, Maluku, Selasa (30/7/2019).
Politikus Partai Demokrat itu menambahkan, Angkasa Pura I menyesalkan naiknya harga tiket pesawat berdampak terhadap jumlah frekuensi penerbangan.
“Jadi kalau kita lihat, pengurangan penerbangan frekuensinya hampir sekitar 20 persen. Kalau kemarin 100 penerbangan, sekarang tinggal 80 penerbangan. Dan penumpang pun dihadapkan pada pilihan harga tiket tinggi,” ungkap Anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II itu.
Wahyu berharap bandara ini bisa menarik wisatawan dan membuat citra Indonesia di mata international jadi lebih baik, sehingga kunjungan wisatawan ke Maluku turut meningkat.
“Bandara juga bisa menjadi gerbang Indonesia. Kalau jatidiri bandara kelihatan lebih baik dan lebih ramah, akhirnya kunjungan wisata meningkat. Mudah-mudahan dengan diperbaikinya bandara ini, juga ada perbaikan harga tiket. Jangan sampai bandaranya bagus, tetapi penerbangannya sedikit,” pesan Wahyu.






