M Irwan Zulfikar: Penting Masyarakat Ikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR

Jeneponto – Anggota MPR RI M. Irwan Zulfikar berpendapat MPR RI sebagai lembaga legislatif negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI yakni Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

“Sosialisasi Empat Pilar MPR sangat penting untuk diikuti seluruh lapisan masyarakat. Karena dengan ikut sosialisasi bisa menyegarkan ingatan masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsanya. Sekaligus mempertebal rasa cinta terhadap bangsa Indonesia,” kata Irwan, saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (5/8/2019).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan tujuan pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR adalah untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar dapat dipahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan. “Kegiatan ini nantinya diharapkan bisa menjadi dasar dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia ke depan lebih maju dan bermartabat,” ujar Anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan itu.

Anggota komisi IV DPR itu menambahkan sosialisasi ini dilandaskan pada cita-cita negara Indonesia dalam alinea IV UUD RI 1945. Salah satunya adalah untuk ‘Mencerdaskan kehidupan bangsa’. Atas dasar itulah sosialisasi menjadi begitu penting. “Karena melalui kegiatan ini dapat membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, maju, unggul, berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama dalam pembangunan bangsa,” ujar Irwan.

Irwan berharap Sosialisasi Empat MPR ini akan meningkatkan kesadaran untuk berbangsa dan bernegara sehingga tidak mudah terprovokasi diadu doma yang akan melemahkan hubungan harmonis di tengah lingkungan perbedaan. “Dengan sosialisasi ini, kita bertemu dengan cara moderat, berbangsa yang moderat, tidak menjadi radikalis, separatis, atheis, komunis. Karena semua itu bertentangan dengan Pancasila,” imbuhnya.