Penyangga Utama Kota Padang, Tahura Bung Hatta Harus Tetap Terjaga

Padang – Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mengatakan bahwa Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta di Indarung, Kota Padang berkontribusi terhadap keberlangsungan kehidupan manusia, ekosistem, hingga flora dan fauna yang ada di dalamnya. Karena itu, Hermanto mengingatkan Tahura Bung Hatta harus tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.

Andai nanti kawasan Tahura Bung Hatta dikembangkan menjadi objek wisata, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap tidak merusak hutan, tetapi boleh mengambil manfaatnya.

“Saya berharap hutan ini bisa melindungi kita semua. Hutan di provinsi ini sangat luas, oleh karena itu kami berharap hutan dapat terpelihara terjaga dan memberi manfaat buat kehidupan. Tahura ini merupakan penyangga utama Kota Padang. Kalau Tahura ini terjadi kerusakan, dikhawatirkan akan berdampak buruk pada da Kota Padang dan daerah-daerah sekitarnya,” kata Hermanto, di sela-sela Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Tahura Bung Hatta, Kota Padang – Sumbar, Selasa (30/7/2019).

Di acara yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono menyatakan bangga atas kekayaan alam dan hutan yang dimiliki Indonesia, salah satunya Tahura Bung Hatta. Untuk itu, politisi Partai Golkar ini berharap kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk lebih profesional dalam pengelolaan hutan dan memberikan perhatian pada Tahura Bung Hatta.

“Sudah tepat memberikan ruang bagi investor yang profesional, yang betul-betul mengelola hutan, bukan merusak hutan. Komisi IV selalu berusaha supaya penataan hutan ini menjadi penting dan hasil dari hutan itu yang lebih besar bukan hanya dari pengambilan kayunya, tapi menghasilkan produksi yang dikelola dengan baik,” kata Roem.

Anggota Komisi IV DPR RI Hasanuddin pun mendukung pengelolaan pariwisata Tahura Bung Hatta. “Pengelolaan wisata Tahura Bung Hatta yang secara profesional dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, betapa pentingnya keberadaan hutan bagi ekosistem dan kelangsungan hidup manusia,” ujar politisi PPP itu.

Sementara itu, Direktur Kawasan Konservasi KLHK Diah Murtiningsih menjelaskan Tahura Bung Hatta merupakan kawasan konservasi yang pengelolaannya dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Sesuai dengan fungsinya, kawasan Tahura ini merupakan konservasi, maka pengelolaannya pun sangat spesifik, yaitu melindungi flora dan fauna. Selain itu, kawasan ini juga didorong untuk wisata, dan menangkal polusi pabrik semen di sekitranya.

“Kami sangat bergembira, Komisi IV DPR juga mendorong untuk pengelolaan Tahura yang ada di Bukit Bung Hatta ini. Tegakan-tegakan dan pohon-pohon harus kita jaga secara berkelanjutan untuk menjaga polusi dari akibat dampak pabrik semen dan juga untuk fungsi hidrologi dari Provinsi Sumatera Barat,” imbuh Diah.