Liputan.co.id, Ambon – Turnamen sepakbola memperebutkan piala bergilir Herman Pieters Cup II tahun 2019 yang diselenggarakan DPD KNPI Kota Ambon pimpinan, Ahmad Ilham Sapahutar telah usai pada 7 September 2019 lalu.
Dari 24 tim yang bertanding sejak 15 Agustus – 7 September 2019 di lapangan sepakbola Kompi Senapan C Yonif Raider 733/Masariku Wayame Ambon itu, tim Hila Putra keluar sebagai juara pertama, diikuti tim Nala Putra di posisi kedua dan tim Bukit Barisan diurutan ke tiga.
Anehnya, terhitung sepekan lebih berlalu, bonus yang dijanjikan untuk para juara belum juga diberikan. Kepastiannya seperti apa, tim pemenang juga belum mendapatkan penjelasan pasti dari pihak panitia.
Salah satu official dari tim Bukit Barisan yang enggan namanya disebutkan mengatakan, untuk bertanding pada turnamen ini, tim mewajibkan memasukan uang pendaftaran sebesar Rp 1,4 juta. Uang senilai Rp 400 ribu dari total jumlah itu dimintakan langsung oleh panitia untuk mengatisipasi adanya kartu kuning maupun kartu merah.
“Sampai sekarang ini belum ada informasi jelas, kapan kita diundang untuk jamuan makan malam bersama Walikota Ambon, Richard Louhenapessy sekaligus pemberian bonus seperti yang dijanjikan pihak panitia pada acara penutupan turnamen 7 September 2019 lalu. Kita bayar uang pendaftaran tepat waktu, kok bonusnya tidak ada kejelasan,” kata sumber di Ambon, Selasa (17/9).
Menurutnya, tidak adanya kejelasan bonus tersebut membuat sejumlah pemain mengeluh. Padahal, pemain sudah sangat mengharapkan bonus tersebut. Sebab, bonus yang nantinya diperoleh, selain akan digunakan untuk membuat acara kecil-kecilan, juga untuk memfasilitasi para pemain selama berlatih dilapangan masing-masing.
“Seperti yang dijanjikan panitia pelaksanaan, juara satu akan mendapatkan bonus uang sebesar Rp 10 juta, juara dua sebesar Rp 8 juta dan juara 3 senilai Rp 7 juta. Tapi, janji panpel kok tidak jelas sampai dengan hari ini,”tandasnya.
Dia menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan juga, maka pihaknya akan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian. “Tidak sedikit biaya yang kami keluarkan untuk mengikuti turnamen ini. Jadi jangan anggap remeh orang. Kalau memang dalam waktu dekat tidak jelas juga, kami laporkan masalahnya ke pihak kepolisian,”tegasnya.
Official Hila Putra Rusdi Tatawalat mengatakan, dalam suatu pertandingan sepak bola, biasanya ketika satu tim meraih juara, tim itu akan diberikan piala bergilir, piala tetap dan juga jumlah nominal bonus yang ditulis digardus tipis.
Tapi, karena panpel menjanjikan pemberian bonus sekaligus dengan jamuan makan malam dengan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, maka tim pengurus Hila Putra hanya mengiyakan itu. Dengan harapan, bonusnya dalam waktu dekat sudah bisa diberikan.
“Kami mencoba memahami itu. Tapi, kok sudah seminggu lebih, panpel tidak memberikan kejelasan kepada kami. Kami disuruh tunggu tanpa ada kepastian jelas. Itu hak kami sebagai pemenang. Kenapa kami didiami,”kesalnya
Dia berharap, KNPI Kota Ambon bisa mengkonfirmasikan hal ini dengan Walikota Louhenapessy secepatnya, hingga tidak menimbulkan dilema bagi tim-tim juara turnamen Herman Pieters Cup II tahun 2019.
Panpel Herman Pieters Cup, Rais Ellyan yang dikonfirmasi Kabar Timur mengaku, panpel hanya sebagai penyelenggara. Urusan bonus, nanti akan diberikan langsung oleh Walikota Louhenapessy sekaligus jamuan makan malam.
“Kita tugas hanya menyelenggarakan. Urusan bonus dan lainnya itu urusan Pak Walikota Louhenapessy. Yang pasti, tetap pak wali berikan,”jelasnya.
Ditanya soal kepastiannya kapan, Rais tidak bisa berbicara banyak. “Coba sudara tanya di pak Mickel, soalnya antua yang komunikasikan dengan pak wali. Beta skarang ada di kampong nae cengkeh,”kata Rais dengan dialeg malayu Ambon.
Ketua DPD KNPI Kota Ambon, Ahmad Ilham Sapahutar yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak dijawab. Pesan yang dikirimkan melalui SMS pun tidak dibalas. Sementara nomor handphone Mickel tidak bisa dihubungi. (***)






