Gandeng Sandiaga Uno, Laskaru Siap Majukan Pangan Indonesia

Jakarta – Masalah pangan sejauh ini di Indonesia masih menjadi problem. Ini tak lepas dari terbatas dan melambungnya beberapa harga pangan.

Guna mengatasi masalah tersebut, organisasi yang bergerak dilingkungan hidup, masalah pangan, pupuk dan air, Laskar Krutuk Luhur (Laskaru) siap membangun kerja sama dengan mantan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno untuk mengatasi masalah tersebut.

Panglima Laskaru Rezza Shidqi menjelaskan, Laskaru sejauh ini sudah membangun komunikasi dengan beberapa pengusaha di Indonesia, baik di bidang pertanian, pengelolaan sampah, pupuk hingga pengelolaan air bersih di Kota Jakarta.

“Ada beberapa isu yang dibawa pengurus. Kita harus melakukan sesuatu untuk ketahanan pangan bagi Indonesia ke depan,” kata Reza dalam diskusinya dengan Sandiaga Uno di Recapital Building, Jumat (4/10) kemarin.

Menurut Reza, program ini harus mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama dari pengusaha sekelas Sandiaga Uno. Pasalnya, sukses dan tidaknya program ini tidak terlepas dari pembelahan politik Indonesia saat ini.

“Apakah usaha ini bisa sehat saat berdiri sebagai opisisi atau tidak, untuk itu perlu ada arahan buat kami ke depan agar tidak terganjal atas pembelahan politik di Indonesia,” ucapnya.

Pasalnya, pengelolaan sampah, air bersih hingga masalah pangan memiliki keterkaitan penuh dengan Pemerintah, baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Pemerintah Indonesia. Dalam hal ini Kementerian Pertanian.

Sandiaga Uno dalam kesempatan itu menyarankan agar Laskaru dan para fatnher kerja lainnya tetap optimis menjalankan usaha ini. Dirinya memastikan akan membangun komunikasi dengan Pemerintah, guna melancarkan program yang dimaksudkan.

“Kalau ini komunitas (koperasi) itu tidak menyalahi, kalau koperasinya udah jalan dan terbentur dengan Pergub saya akan kordinasi. Saya akan coba kordinasi dengan teman-teman Jakpro,” kata Sandiaga.

Menurut bos Saratoga ini, program yang ditawarkan oleh Laskaru dan rekan-rekan pengusaha saat ini adalah bagian dari program Pemerintah, terkhusus dibidang pertanian, dan itu sangat luar biasa.

“Kita jalankan program Pemerintah loh, untuk pertanian itu luar biasa, dan masalah Permasalah kita adalah harga pangan, sudah banyak ibu-ibu yang ngeluh, jadi ini luar biasa, jalan saja,” ajaknya.

“Saya dari luar negeri, banyak investor yang mau kerja sama dibidang pertanian. Intinya memulai dulu baru kita bangun kerja sama,” tutupnya. (***)