Jakarta – Joko Widodo alias Jokowi hari ini, Minggu (20/10) akan dilantik sebagai Presiden Indonesia untuk kedua kalinya di Gedung MPR-RI.
Usai pelantikan ini, Jokowi diminta untuk lebih peka terhadap nasib petani di Indonesia. Pasalnya, salah satu janji Jokowi saat menjabat Presiden di peruode 2014-2019 adalah mensejahterakan petani.
Atas dasar itu, Anggota DPR-RI pemilihan Maluku Sa’adiah Uluputty mengingatkan Pemerintah yang baru, dalan hal ini Jokowi agar memberikan perhatian serius kepada nasib petani, terkhusus petani cengkeh dan pala di Maluku.
“Harga cengkeh dan pala turun. Padahal daerah seperti Maluku, Maluku Utara, Sulawesi, dan beberapa daerah lainnya, cengkeh dan pala menjadi komoditas andalan. Anak-anak bisa sekolah sampai jenjang pendidiian tinggi karena hasil rempah,” kata Sa’adiah lewat pesan tertulisnya, Minggu (20/10).
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pemerintah harus merespon masalah ini karena cengkeh dan pala adalah hasil alam utama bagi petani di Maluku. Selain itu, pemerintah harus pro-aktif memberantas para tengkulap yang bebas memainkan harga cengkeh dan pala di Maluku.
“Pemerintah harus cepat respon juga terhadap tengkulak-tengkulak nakal yang seenaknya main harga. Akhirnya daya beli masyarakat jadi menurun,” ucapnya.
Harga yang baik dan stabil, kata Sa’adiah memberikan dampak positif bagi meningkatnya daya beli petani. Hal ini, lanjut Sa’adiah, akan menunjang kesejahteraan petani.
“Kalau harga bagus dan stabil kan petani bisa semakin sejahtera. Daya belinya juga baik,” ujarnya.
Selain masukan kepada pemerintah, lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu, juga mengapresiasi pembangunan infrastruktur pertanian. Ketersediaan sarana prasarana pertanian perlu ditingkatkan dengan mempertimbangkan pemerataan ke daerah-daerah terpencil.
“Di periode pertama, Pak Jokowi telah membangun sarana prasarana pendukung pertanian. Ini sebuah kemajuan. Ke depan perlu diperhatikan juga petani-petani di daerah,” akuinya.
Sa’adiah berharap, kepemimpinan baru Jokowi-Ma’ruf Amin dapat membawa Indonesia semakin lebih baik. Posisi PKS sebagai penyeimbang pemerintahan, kata dia, akan dimaksimalkan untuk mengontrol kemajuan pembangunan.
“Hari ini Pak Jokowi dan Kiyai Ma’ruf dilantik. Kita doakan semoga pemerintahan mereka membawa Indonesia semakin baik. Posisi kami di PKS sebagai penyeimbang akan menjadi agen kontrol sehingga mendorong pembangunan nasional,” tutup Sa’adiah. (RBA)






