Depan Ratusan Siswa SMK, Uluputty: Persatuan Bangsa Harus Dikuatkan

Ambon – Memperkuat semangat dan kesatuan bangsa menjadi pedoman dasar bagi rakyat Indonesia, hingga mampu melewati masa-masa sulit hingga meraih kemerdekaan.

Demikian disampaikan oleh Anggota MPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Maluku, Saadiah Uluputty saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Ambon, Sabtu (23/11) di SMK Al-Wathan Ambon.

“Persatuan dan kesatuan bangsa harus kita kuatkan. Persatuanlah yang membawa bangsa Indonesia melewati masa-masa sulit hingga bisa merdeka,” kata Uluputty dalam paparannya.

Menurut Uluputty, negara yang kuat dan disegani membutuhkan instrumen pemersatu yang lengkap. Empat pilar kebangsaan, menurutnya, menjadi instrumen pemersatu yang tepat.

“Pancasila, UUD 1945, bhineka tunggal ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah empat pilar kebangsaan yang harus menjadi pedoman kita dalam bernegara. Jika diterapkan kita akan menjadi Negara yang kuat dan disegani” ucapnya.

Diakui Uluputty, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai macam suku, bangsa, budaya dan agama. Pengamalan terhadap nilai-nilai empat pilar kebangsaan dapat membuat semua warga negara yang majemuk bersatu padu membangun Indonesia, dengan kebanggaan saudara sebangsa setanah air.

“Kita terdiri dari berbagai macam suku bangsa, budaya dan agama. Kalau kita terapkan nilai-nilai ini (empat pilar-red) akan membuat kita bersatu dan bersemangat membangun bangsa, dan negara karena sadar kita adalah saudara sebangsa setanah air tanpa memandang perbedaan yang ada,” ungkapnya.

Anggota MPR RI Fraksi PKS ini menjelaskan, pemahaman kebangsaan penting diketahui oleh generasi muda sejak dini, karena mereka merupakan penerus masa depan bangsa dan negara.

“Kalian sebagai pelajar dan generasi muda perlu memahami dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak sekarang. Karena kalian ini generasi penerus masa depan. Pada saatnya nanti di pundak kalian akan diserahkan tonggak kepemimpinan,” kata Saadiah memotivasi para siswa.

Mantan Ketua Komisi D DPRD Maluku itu juga mengajak para siswa untuk mencintai Indonesia dengan cara belajar yang giat. Selain itu, pengamalan terhadap nilai-nilai budaya lokal dan ketimuran juga akan memperkuat semangat keindonesiaan.

“Cara kalian mencintai indonesia adalah dengan belajar yang giat dan hindari pergaulan yang tidak baik. Sopan santun, saling membantu atau masohi, saling menghargai, semangat ale rasa beta rasa, baku sayang, baku bae harus diterapkan dalam keseharian di sekolah dan masyarakat,” ajaknya. (***)