Jelang Tes CPNS, PKS Soroti Pelayanan Listrik di Maluku dan Papua

Jakarta – Jelang seleksi (tes) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akhir 2019 dan Ujian Nasiona Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2020 secara online, perlu menjadi perhatian serius pihak PT. Perusahan Listrik Negara (PLN) terkait jaminan ketersediaan listrik.

Pasalnya, seleksi CPNS dan UNBK secara online sudah tentu membutuhkan listrik yang stabil, terkhusus di daerah-daerah Timur Indonesia seperti Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Ada sekolah yang standar nilai UNBK harus sama. Penerimaan pegawai (CPNS-red) harus sama standarnya, tapi infrastruktur-infrastruktur dasar tidak diperhatikan,” kata Anggota Komisi VII DPR-RI Fraksi PKS Sa’adiah Uluputty saat RDP dengan pihak PT. PLN kemarin.

Menurut Uluputty, kesetaraan listrik di wilayah Indonesia Timur belum maksimal, karena jadwal nyala dan padamnya listrik tak seimbang. Ada daerah-daerah tertentu yang lebih lama padam ketimbang nyala. Bahkan, ada daerah yang tidak teraliri listrik.

“Ini kritik kami kepada pemerintah. Khusus untuk daerah Indonesia Timur seperti Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat,” jelasnya.

Olehnya itu, Pemerintah dalam hal ini pihak PT. PLN harus melihat dan menyikapi apa yang disampaikan, karena ini adalah aspirasi masyarakat.

“Kami diminta untuk menyampaikan ini. Karena kami membawa amanah dari masyarakat,” ucapnya.

Untuk diketahui, kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan tes CPNS dan UNBK secara online membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung seperti komputer. Untuk menunjang itu, diperlukan tenaga listrik yang stabil. (***)