Pengamat: Kekuasaan Itu Enak, Tak Percaya Tanya Bang Awi dan Syarief

Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin mengatakan kekuasaan itu enak. Kalau tidak percaya kata Ujang, tanya ke bang Awi (Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baedowi,red) dan bang Syarief (Anggota Fraksi NasDem DPR Syarief Abdullah Alkadrie,red).

“Kekuasaan itu enak. Tak percaya?, bang Awi dan bang Syarief yang kini berada di panggung kekuasaan,” kata Ujang, dalam Dialektika Demokrasi bertajuk “Bola Liar Amandemen, Masa Jabatan Presiden Diperpanjang?”, di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Apalagi presiden lanjutnya, karena pemegang kekuasaan, semua kebutuhannya difasilitasi negara. “Saking enaknya, tak ada penguasa yang mau dikurangi sedikitpun kekuasaannya,” tegas dia.

Selain itu, dia juga menyinggung mengapungnya wacana perpanjangan periode masa jabatan presiden dari dua kali menjadi tiga periode serta pemilihan presiden oleh MPR RI. Sebagai wacana ujarnya, tidak ada masalah. “Tapi harus hati-hati, lihat juga sosio kultural kita,” tegas Ujang.

Fenomena penambahan masa jabatan tiga periode imbuh Ujang, juga terjadi di masa akhir kedua jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Namun Pak SBY tegas menolaknya karena bertentangan dengan UUD 45,” ungkapnya.

Menurut Ujang, dua periode masa jabatan presiden sudah pilihan terbaik. “Kalau saya pribadi, dua periode sudah pilihan yang terbaik. Kalau terlalu lama pasti abuse of power. Kalau tiga periode masa jabatan presiden ini lolos, Indonesia pasti gagal berdemokrasi,” pungkasnya.