oleh

Begini Kata Jubir GERINDRA Tentang Pancasila

Sumba Barat – Orang nomor 2 di Partai GERINDRA, Ahmad Muzani angkat bicara tentang Pancasila di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), provinsi di mana Joko Widodo atau Jokowi menang telak pada Pilpres lalu.

Kedatangan Ahmad Muzani adalah sebagai Wakil Ketua MPR RI yang bertugas menjelaskan pokok-pokok pikiran mengenai empat konsensus dasar nasional: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Di forum yang cukup besar itu, hadir pula Bupati Sumba Barat, Niga Dapawole, Wakil Bupati, Sekda Sumba Barat, para kepala dinas, camat, kepala desa, para guru, serta ratusan siswa SMU dari beberapa sekolah di Kota Waikabubak.

Muzani berkisah tentang Bung Karno ketika dibuang penjajah Belanda ke Ende, Flores. “Tahun 1943, Bung Karno diasingkan ke Ende Flores. Di sana bung Karno bergaul dengan banyak orang non-muslim karena mayoritas penduduk Ende Katolik. Pengalaman Bung Karno dibuang penjajah Belanda ke beberapa tempat, termasuk ke Ende itulah yang mewarnai pikirannya tentang lima prinsip untuk menjadi dasar negara Indonesia yang oleh Bung Karno disebut Pancasila. Dari ide besar Bung Karno itu kemudian formulasi Pancasila disusun oleh berbagai tokoh pendiri bangsa, termasuk Bung Karno sendiri, dan pada akhirnya pada 18 Agustus 1945 jadilah susunan Pancasila sebagaimana yang kita kenal sekarang ini, dan itu kemudian menjadi kesepakatan para pendiri bangsa,” paparnya.

Menurut Muzani, Kabupaten Sumba Barat adalah salah satu dari banyak daerah yang selalu berusaha membumikan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Sumba Barat adalah salah satu contoh bagaimana toleransi dihidupkan dan rasa kebangsaan dijalankan secara baik, walau beragam suku bangsa, bahasa, budaya dan agama. Warna-warni perbedaan itu justru membentuk tenunan ke-Indonesia-an yang indah,” ujarnya.

Kata Muzani, dunia mengagumi Indonesia karena Bhinneka Tunggal Ika. Dia membandingkan Indonesia dengan Eropa. “Dari Portugal sampai Rusia, 8 jam waktu perjalanan, namun itu melewati hampir semua negara Eropa. Tetapi Indonesia dari Sabang sampai Merauke ditempuh selama 8 jam penerbangan, tetapi itu hanya satu negara. Indonesia. Negara yang besar ini diikat oleh bahasa yang satu, bendera yang satu, Garuda Pancasila yang satu. Inilah kekuatan kita. Ini harus dijaga dan dirawat. Negara akan lemah jika rakyat lemah. Negara akan sakit bila rakyat sakit. Negara akan bangkrut bila rakyat miskin. Kita harus berdiri bersama, berjuang bersama agar menjadi rakyat yang kuat, sehat dan cerdas demi negara yang kuat dan berkeadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole mengatakan Sumba Barat adalah cermin Indonesia mini yang tinggi toleransinya. “Kalau orang mau belajar toleransi, datanglah ke Sumba Barat. Di sini penduduk dari mana-mana, agama apa saja dan tidak pernah ada persoalan dengan perbedaan-perbedaan itu,” kata Agustinus.

Atas nama Pemerintah dan rakyat Sumba Barat ia sangat berterima kasih atas kunjungan Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani ke Sumba Barat. “Terpilihnya Sumba Barat sebagai tempat kunjungan Wakil Ketua MPR sangat membanggakan kami. Tentu sangat memotivasi kami untuk menghidupkan empat konsensus kebangsaan mulai dari Sumba Barat untuk Indonesia raya,” ujar Agustinus.

Ahmad Muzani melakukan safari kebangsaan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir. Kemarin (7/12), Muzani melakukan pertemuan dengan gubernur NTT dan memberikan seminar kebangsaan di Kupang. Sebelum mengakhiri sosialisasi ini, Wakil Ketua MPR memberikan motivasi kepada para siswa agar selalu rajin belajar.

“Masa depan bangsa ada di tangan adik-adik semua. Belajarlah yang tekun. Ikuti pengajaran guru di sekolah. Indonesia 20-30 tahun ke depan adalah kalian semua,” imbuh Muzani.

Muzani beberapa waktu lalu ditugaskan oleh Prabowo Subianto sebagai salah satu juru bicara utama Partai GERINDRA. Sebagai orang nomor 2 di partai tersebut, Muzani telah menjadi Sekjen Partai GERINDRA sejak pendiriannya di 2008. Partai Gerindra beroleh 26 kursi DPR/MPR RI di Pemilu 2009, naik menjadi 73 kursi di Pemilu 2014 dan kini memiliki 78 kursi hasil Pemilu 2019. Ahmad Muzani telah 3 kali terpilih sebagai anggota DPR/MPR sejak 2009.

Loading...