Eks Sesmen BUMN Bongkar Kebohongan Pemerintah Soal Kerugian Jiwasraya

Jakarta – Presiden Joko Widodo mengklaim kasus gagal bayar polis asuransi milik perusahaan pelat merah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sudah terjadi sejak 10 tahun lalu.

Artinya, orang nomor satu dibangsa ini mengakui jika masalah Jiwasraya ini terjadi di era Presiden ke-enam Susilo Bambang Yudhoyono. Klaim Jokowi atas kasus Jiwasraya ini lantas ditanggapi oleh mantan (eks) Sekretarid Menteri (Sesmen) BUMN Muhammad Said Didu lewat komentarnya di postingan salah satu pengguna twitter.

Menurut Said Didu, di tahun 2009 daya menunjukan jika Jiwasraya telah memperoleh lama. Bahkan, laporan keuangan Jiwasraya di tahun 2017 mengalami keuntungan melebihi Rp 2 trilyun.

“Data menunjukkan bhw sejak 2009 Jiwasraya sdh peroleh laba, bahkan laporan keuanga Jiwasraya thn 2017 untung lbh Rp 2 trilyun,” tulis Said Didu di akun twitternya saat membagikan (retweet) postingan salah satu pengguna twitter @Raja Purwa pada, Selasa (18/12) kemarin.

Lanjut Said Didu, dirinya merasa aneh soal klaim Jokowi terkait masalah Jiwasraya ini. Bahkan, pencetus istilah ‘Manusia Merdeka’ ini khawatir ada rekaya keuangan di tahun 2016-2017 hingga perusahan plat merah ini.

“Tahun 2019 kok langsung defisit sktr Rp 32 trilyun ? Artinya masalah terjadi di 2018/2019 atau ada rekayasa keuangan pd thn 2016/2017. Semoga jelas,” ucapnya.

Diketahui, retweet Muhammad Said Didu soal klaim Jokowi atas masalah Jiwasraya ini mendapat respon baik dari netizen dengan 1.079 suka, 580 retweet dan 102 komentar. (rgr)