oleh

Kehadiran Forum SDC Diharapkan Mengurangi Pengangguran di Maluku

Ambon – Kehadiran Forum Skill Development Center (SDC) di Provinsi Maluku dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar kerja di daerah, diharapkan dapat membantu pemerintah daerah untuk menurunkan angka pengangguran di Provinsi Maluku.

Harapan ini disampaikan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nathaniel Orno saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus forum SDC Provinsi dan Kota Ambon serta Pembukaan Sosialisasi SDC di Aula PPN, Tantui, Senin (9/12/2019).

Forum SDC terbentuk untuk menjalankan program terpadu dengan melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Pemerintah Daerah.

Program ini bertujuan meningkatkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta industri dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar kerja di masing-masing daerah. Kota Ambon sendiri bersama-sama dengan sembilan belas kabupaten/kota lainnya di Indonesia masuk sebagai pilot project.

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, Sekretaris Pemerintah Kota Ambon, A.G. Latuheru, perwakilan Bappenas RI, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku.

Mantan Bupati MBD ini menegaskan, pelantikan ini bukan sekedar dimaknai sebagai momentum strategis untuk membangun fungsi dan peran SDC yang lebih produktif dan profesional.

“Momentum pelantikan ini, menegaskan bahwa Forum SDC adalah sebuah forum yang bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dengan jalan melakukan pelatihan-pelatihan sesuai kompetensi kerja,” katanya.

Wagub mencontohkan, suatu daerah jika rata-rata tenaga kerja yang berkeinginan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun honor pemerintah lebih banyak dibandingkan yang berwiraswasta, maka belum dikatakan maju.

“APBD kita itu kedengarannya besar Rp.3 trilyun, tapi hampir sebagian dari APBD itu adalah belanja aparatur, karena semua pencari kerja orientasinya PNS. Saya pikir kita harus memperbaiki lagi program kerja kita dengan membuka akses agar anak-anak di daerah punya pola pikir jangan hanya menjadi PNS tapi bisa berwirswasta,” terangnya.

Untuk itu, Wagub berharap, kedepan SDC bisa merancang model perencanaan yang bisa bersinergi dengan pemerintah daerah melalui rekomendasi-rekomendasinya.

Wagub juga berharap, kelak pelatihan-pelatihan bagi tenaga kerja yang dilakukan oleh SDC bisa menerbitkan sertifikasi sebagai jaminan bagi oencari kerja.

“Jadi setelah pelatihan, kalau bisa mereka bersertifikasi. Sertifikat ini yang nantinya menjadi jaminan mutu bagi mereka. Kualifikasi buat mereka untuk bisa bekerja,” kata Wagub.

Wagub berharap, anak-anak Maluku tidak menjadi penonton di rumahnya sendiri. Kedepan sudah ada Blok Masela yang akan beroperasi. Beberapa bulan lalu sudah selesai dilakukan eksplorasi awal blok Moa Selatan. Nanti ada lagi blok Moa Utara, Blok Leti, Blok Sermatang, Bok Selaru.

“Sekarang juga sedang eksplorasi tambang tembaga dan tambang emas di Romang, sehingga saya khawatir anak-anak Maluku hanya sekedar menjadi kuli kasar di blok-blok ini. Tidak pernah jadi ahli,” cemas Wagub.

Untuk itu, kehadiran SDC diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan persoalan ketenagakerjaan secara terpadu melalui pelatihan-pelatihan ketegakerjaan.

“Saya harap kehadiran SDC bermanfaat dan efektif dalam mengatasi pengangguran,” tandasnya (liputan/hms)

Loading...