Pengamat Sebut ADK Penuhi Kriteria Jadi Sekjen Golkar

Jakarta – Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, Emrus Sihombing menyatakan, mundurnya Bambang Soesatyo dari pencalonan Ketua Umum Parta Golkar, tampaknya tinggal menunggu waktu dan Airlangga Hartarto (AH) dapat dipastikan akan menjadi “Nakoda” partai berlambang pohon beringin ini lima tahun ke depan.

Oleh karena itu ujar Emrus, salah satu pembicaraan krusial pada Musyawarah Nasional X Partai Golkar, akan bergeser dari sosok siapa ketua umum ke siapa sosok kandidat Sekretaris Jenderal Partai Golkar yang lebih pantas mendampingi Airlangga Hartarto.

“Melihat dinamika politik lima tahun ke depan yang merupakan eranya generasi milenial, maka sosok Sekjen Golkar yang paling pas mendampingi Airlangga, selain mempunyai rekam jejak yang mumpuni tetapi juga harus yang mampu bekerja dengan akselarasi tinggi, energik, kreatif, inovatif dan berani menjadi garda terdepan menegakkan perjuangan partai. Tentu juga yang tak kalah pentingnya harus sosok yang membuat Airlangga merasa nyaman bersamanya lima tahun ke depan,” kata Emrus, lewat rilisnya, Selasa (3/12/2019).

Selain itu lanjut pengamat komunikasi politik ini, sosok sekjen ini harus sekaligus tokoh yang dipersiapkan oleh Partai Golkar untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2024-2029.

Seperti Ketum, menurut Emrus, Sekjen pun harus mencerminkan sosok perubahan dalam tubuh partai yang didominasi warna kuning ini, agar bisa memenangkan setiap momen politik di negeri ini

“Dari sejumlah tokoh muda di Golkar ada beberapa sosok milenial yang dapat memenuhi semua kriteria di atas. Salah satu diantaranya, ADK. Saat ini dia dipercaya negara menjadi orang nomor satu di Komisi II DPR RI,” ungkapnya.

Selain kriteria di atas, menurut kajian EmrusCorner, ia orang muda visioner dan berani secara tegas menolak jika kader yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Menurut catatan Lembaga EmrusCorner, ADK ternyata juga seorang aktivis. Ia punya nyali luar biasa menolak dan melawan praktik korupsi yang dilakukan oleh SN yang masih menjabat ketum partai saat itu.

“Sebagai kader Golkar yang “merayap” dari bawah, tentu ADK dipastikan loyal terhadap perjuangan Partai Politik Golkar dan menguasai betul seluk beluk dinamika politik di internal Golkar,” pungkasnya.