oleh

Reydonnyzar Moenek: Jauh Tertinggal, Sumbar Perlu Terobosan Pengelolaan Keuangan Daerah

Padang – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Reydonnyzar Moenek mengungkap angka dan fakta tentang ketertinggalan Sumatera Barat dibanding dengan provinsi lainnya dalam hal menggali potensi sumber pendapatan daerahnya.

Hal tersebut dinyatakan Donny panggilan beken Reydonnyzar Moenek dalam diskusi literasi buku “Good Governance Pengelolaan Keuangan Daerah”, karya Reydonnizar Moenek, di Aula Kampus Pascasarjana Universitas Andalas (Unand), di Kota Padang – Sumatera Barat (10/12/2019).

“Betapa Sumatera Barat jauh tertinggal dari daerah lain dalam menggali potensi sumber pendapatan daerahnya. Perlu terobosan, ide-ide cemerlang dalam pengelolaan keuangan daerah,” kata Donny.

Menurut Donny yang juga pakar Keuangan Daerah, Desentralisasi Fiskal dan Investment Analyst ini, daerah tidak bisa lagi dikelola dengan cara-cara tradisional dan mengharapkan pajak dan retribusi daerah atau mengharap turunnya dana perimbangan. “Perlu management asset, management fiskal, penguatan sumber daya manusia dan penegakkan hukum yang tegas jika terjadi penyimpangan,” tegasnya.

Pembicara lain, Wali Kota Pariaman Genius Umar, mengatakan Donny Moenek yang mendidiknya hingga seperti sekarang ini. Genius memaparkan bagaimana Pariaman dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang kecil tapi mampu berselancar dengan segala visi dan inovasi.

Di acara yang sama, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan masyarakat madani sebagai good governance. Mahyeldi juga menyoroti bagaimana tata kelola keuangan di Kota Padang.

Pakar Hukum Unand Yuslim memaparkan mengenai good governance dalam kaitannya dalam hukum dan demokrasi. Equality-Freedom-Good Governance. Ia mengikat pemerintah tapi tidak pada masyarakat. “Persoalan keuangan terlalu banyak diselesaikan dalam kasus pidana. Sementara yang administrasi diabaikan,” kata Yuslim.

Dalam acara diskusi literasi ini, beberapa LSM, Wartawan dan mahasiswa sangat mengapresiasi dan menyambut positif di tengah kegersangan dialog dan dialektika para tokoh tokoh di Sumatera Barat.

Apalagi menyonsong Pilkada Gubernur Sumatera Barat 2020 ini sudah selayaknya perguruan tinggi mengambil tempat dan membentang altar membedah pokok-pokok pikiran, gagasan, ide visi dan konsep para generasi Minang untuk menakhodai Sumatera Barat ke depan menjadi propinsi yang maju dan sejahtera.

DPD RI menggelar diskusi literasi dengan tema “Good Governance Pengelolaan Keuangan Daerah” yang juga merupakan judul buku karya DR. Drs. Reydonnyzar Moenek, M.Devt.M dan DR. H. Dadang Suwanda, SE, M.M M.Ak, Ak, CA.

Ketua Panitia Diskusi Literasi yang juga Kepala Bagian Kearsipan Perpustakaan DPR RI Empi Muslion, M.T, M.Sc dalam laporannya menjelaskan tujuan kegiatan diskusi literasi adalah untuk menyebarkan dan mendialektikakan ilmu pengetahuan yang ada dalam karya ilmiah, agar dapat berfaedah bagi banyak orang, dan bermanfaat dalam membuka pikiran dan cakrawala baru pengembangan teori dan praktik ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

“Apalagi di tengah pusaran zaman revolusi 4.0 saat ini, yang sarat dengan lompatan teknologi digital dan artificial intelligence atau kecerdasan buatan, yang mau tidak mau akan menerobos dan merubah masuk dalam paradigma dan praktek tata kelola pemerintahan,” imbuh lulusan Universite Lumiere Lyon 2 Perancis itu.

Loading...