Jakarta – Kegiatan Parlemen Kampus diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman tentang proses demokrasi dan politik yang berlangsung di Parlemen. Selain bersifat edukasi, kegiatan tersebut juga diharapkan berkontribusi positif bagi peningkatan citra Dewan.
Hal tersebut dikatakan Kepala Biro Pemberitaan Sekretariat Jenderal (Setjen) dan Badan Keahlian (BK) DPR RI, Y.O.I Tahapary, saat membuka Parlemen Kampus, di Cirebon – Jawa Barat, Kamis (30/1/2020).
“Parlemen Kampus melibatkan seluruh peserta dari kalangan milenial, mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi dan kali ini kita selenggarakan di Universitas Swadaya Gunung Jati, Kota Cirebon,” kata Tahapary.
Hanny panggilan beken Y.O.I Tahapary menjelaskan, acara diikuti 300 mahasiswa dari berbagai universitas di Cirebon ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua BURT Achmad Dimyati Natakusumah dan dihadiri Anggota DPR RI Dyah Roro Esti, Satori, Wakil Ketua DPRD Cirebon, Rektor beserta jajaran dan civitas akademica Universitas Swadaya Gunung Jati, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon Abdullah Syukur sebagai pemateri.
“Parlemen Kampus merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Humas Biro Pemberitaan Parlemen Setjen dan BK DPR RI untuk mengedukasi bagaimana DPR RI menjalankan fungsinya di bidang pengawasan, anggaran, legislasi maupun diplomasi parlemen. Kegiatan ini ditujukan untuk mendekatkan DPR RI kepada masyarakat,” ungkapnya.
Parlemen Kampus 2020 yang diselenggarakan pada 30-31 Januari 2020 di Universitas Swadaya Gunung Jati ini mengambil tema “Darurat Pencemaran Lingkungan”. Tema tersebut ujarnya, sangat tepat menjadi bahan diskusi bersama, mengingat ancaman kerusakan lingkungan yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Kita tahu masalah plastik di Indonesia itu sudah merupakan bahaya yang merah dan tidak bisa kita menutup mata lagi. Nah, melalui kegiatan Parlemen Kampus ini, maka isu-isu yang sangat krusial kita angkat dan semoga bermanfaat positif,” terangnya.
Hanny menambahkan, sosialisasi ini sengaja ditujukan kepada mahasiswa. Karena ditangan merekalah nasib masa depan bangsa dan negara ditentukan. “Karena itu kami juga memberikan pemahaman tidak hanya terkait isu-isu terkini, tetapi bagaimana menjadi pemimpin yang baik, pemimpin yang memperjuangkan aspirasi masyarakat,” jelas Hanny.
Hannya berharap pemberian pembekalan seperti ini dapat memberikan kontribusi bagi cara berpikir dan memimpin bagi mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati untuk bekal mereka di masa mendatang pada saat menjadi pemimpin bangsa dan negara.






