Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menilai masalah yang kini melilit PT Asuransi Jiwasraya (Persero) adalah pekerjaan berat untuk Jampidsus dan Jaksa Agung. Namun demikian perkara ini tentunya harus dihadapi karena ini menyangkut nama bangsa dan negara.
“Nasabah Jiwasraya bukan cuma WNI, ada sekitar 437 warga negara Korea Selatan yang diduga mengalami kerugian hingga Rp572 miliar. Karenanya, ini menyangkut kepercayaan dunia internasional terhadap iklim investasi dan keuangan di Indonesia. Saya mengapresiasi kerja cepat dari kejaksaan yang mencekal 13 orang keluar negeri terkait kasus ini, dan ada lima orang yang sudah di tahan. Ini sepertinya menunjukkan keseriusan Kejaksaan Agung dalam menuntaskan kasus ini,” kata Habib, lewat rilisnya, Senin (20/1/2020).
Menurut politisi PKS itu, dalam penanganan kasus korupsi biasanya dilakukan dua pola, yaitu follow the money dan tracking the decicion maker. Merunut siapa saja yang menjadi pengambil kebijakan adalah untuk mencari siapa saja yang harus bertanggungjawab. “Apakah hal ini sudah dilakukan pada kasus Jiwasraya? ada berapa pihak yang harus bertanggung jawab atas persoalan ini? siapa saja mereka?,” ujar Habib.
Kemudian tak kalah penting lanjutnya, melakukan follow the money untuk mengetahui kemana saja uang itu mengalir. “Ke kantong-kantong siapa saja dana Jiwasraya ini berlabuh. Apakah hal ini sudah dilakukan? Kemana saja aliran dana Jiwasraya?,” tanya Habib.
Selain itu ujarnya, yang paling penting untuk kejaksaan bukan sekedar menahan atau mempidanakan orang, namun membongkar modus ini sampai ke akarnya agar menjadi pembelajaran untuk bangsa ini. Lebih penting lagi, Kejaksaan Agung harus mampu menyelamatkan keuangan negara. Karenanya, aset aset para tersangka ini perlu di sita.
“Tentunya penyitaan juga perlu dilakukan saat pengembangan kasus, siapapun yang menerima aliran dana dari Jiwasraya langsung bekukan assetnya, siapa saja para pengambil kebijakan yang terkait kasus ini, juga langsung bekukan assetnya, atau langsung lakukan penyitaan. Dengan demikian kita harapkan uang negara akan segera banyak diselamatkan,” pungkasnya.






