Solissa: Rekomendasi PDIP Ke Safitri Malik Jadi Langkah Tagop di 2023

Ambon – Jelang Pilkada serentak pada 23 September 2020, para bakal calon kepala daerah terus memantapkan langkah mereka untuk bertarung. Berbagai cara dilakukan untuk meraih simpati pemilih dan partai politik sebagai kendaraan menuju pencalonan.

Tercatat sebanyak sebanyak 270 daerah yang mengikuti pemilihan kepala daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Khusus untuk Maluku ada empat daerah yang bakal mengikuti Pilkada serentak 2020 yakni Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya (MBD) dan juga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Khusus untuk Bursel, para bakal calon kepala daerah terus melakukan pendekatan hingga pendaftaran ke Partai Politik (Parpol), seperti yang dilakukan oleh bakal calon Bupati Bursel Safitri Malik. Istri Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulisa ini sudah melakukan pendaftaran dibeberapa Parpol, seperti di PDI Perjuangan, PKPI dan partai lainnya.

“Pilkada Bursel ini sangat menarik. Safitri Malik yang sudah memastikan diri maju di bursa Pilbub ini menjadi lawan tangguh, karena dia adalah istri dari Bupati Bursel Tagop Soulisa,” ucap mantan Ketua Panwas Kabupaten Bursel Yusuf Solissa lewat pesan tertulisnya, Kamis (16/1).

Dikatakan Solissa, saat ini Safitri sudah dipastikan mendapat rekomendasi dari PKPI dan PDIP. Namun, rekomendasi PDIP ini sangat menarik perhatian, karena dukungan partai besutan Megawati Soekarnoputri ini akan menentukan nasib PDIP di Pilkada 2023.

“Secara garis besar memang layak PDIP memberikan rekomendasi kepada Safitri, karena dia adalah kader. Tetapi, calon lainnya juga punya kesempatan yang sama. Kenapa demikian, PDIP harus berpikir matang untuk memberikan rekomendasi, dengan pertimbangan pemilihan gubernur 2023 mendatang,” kata Solissa.

“Seperti kita ketahui, nama Tagop Soulisa sebelumnya masuk dalam bursa calon gubernur di 2018 kemarin, dengan kekuatan sebagai bupati. Jika PDIP memberikan rekomendasi dan Safitri terpilih, maka tidak menutup kemungkinan Tagop bisa maju sebagai gubernur atau wakil gubernur dengan kekuatan basis dari istrinya,” sambung Solissa.

Dikatan Solissa, saat ini Tagop Soulisa sudah tidak memiliki kekuatan di dalam partai, itu terlihat dengan tidak dimasukin Tagop ke pengurus DPD PDIP Maluku hingga dirinya harus menguatkan basis di luar partai, yakni mengantarkan istrinya duduk sebagai bupati Bursel 2020-2025.

“Saat ini Tagop itu sudah lemah di partai, hal itu terlihat dengan menurunnya suara PDIP di Bursel, yang sebelumnya meraih empat kursi, kini hanya dua kursi, dia juga tidak masuk dalam pengurus DPD Maluku. Jika Safitri terpilih, maka Tagop akan menguat dan bisa jadi penantang Ketua DPD PDIP Maluku Murad Ismail di Pilgub 2023,” bebernya.

Saat ini, kata aktivis HMI itu, nasib PDIP dan Murad Ismail ditentukan dari rekomendasi partai kepada empat bakal calon di Pilkada serentak di Maluku.

“PDIP salah memberikan rekomendasi, kemungkinan besar Murad Ismail terancam. Bisa jadi Tagop Soulisa sebagai penantangnya, entah sebagai gubernur atau wakil gubernur dengan kekuatan basis dari istrinya kelak,” tutup Solissa. (***)