oleh

Enam Pesan Menag di Rakerpim Kanwil Jatim, dari Keteladanan hingga Pemberantasan Korupsi

Surabaya – Menteri Agama Fachrul Razi menitipkan enam pesan dan harapan dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Kanwil Kemenag Jawa Timur di Surabaya. Rakerpim Kanwil Jatim mengusung tema Membangun Sinergitas Memperkuat Moderasi Bergama, untuk Kerukunan Umat Menuju Indonesia Maju.

Pembukaan Rakerpim Kanwil Kemenag Jatim ditandai dengan penekanan tombol screen oleh Menag didampingi Kakanwil Kemenag Jatim Ahmad Zayadi. Rakerpim yang diikuti sekitar 600 peserta dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur termasuk para rektor tersebut berlangsung selama tiga hari, 14-16 Februari 2020.

“Melalui forum pertemuan ini, saya ingin menyampaikan beberapa pesan dan harapan,” ujar Menag saat memberi arahan sekaligus membuka gelaran Rakerpim Kanwil Kemenag Jawa Timur, Jumat (14/02).

Pesan pertama, Menag meminta kepada seluruh pimpinan Kementerian Agama untuk melakukan terobosan dan inovasi dalam pelaksanaan program dan kegiatan. “Jauhi zona nyaman, karena itu hanya akan membuat kita malas dan tidak peka terhadap perubahan,” kata Menag.

Kedua, kepada kepala madrasah dan guru untuk betul-betul membekali anak didik dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan modernisasi. Menurut Menag, para kepala madrasah dan guru tidak boleh membiarkan anak didik hidup tanpa bekal dan data saing masa depan yang cukup.

“Tantangan ke depan semakin sengit. Kompetisi kualitas SDM sangat dituntut di masa depan,” pesan Menag.

Ketiga, kepada seluruh jajaran pimpinan Kementerian Agama untuk menjauhi perilaku korupsi. “Jangan korupsi. Ingat bahwa birokrasi kita dibiayai oleh APBN yang merupakan uang rakyat. Program dan kegiatan yang kita lakukan harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tuturnya.

Keempat, kepada seluruh pejabat terutama di lingkungan Kanwil Kementerian Agama untuk bisa menjadi sumber keteladanan dalam segala hal, baik aspek profesionalitas maupun integritas.

Kelima, hakikat pejabat itu adalah pelayan bukan priyayi. Pejabat itu melayani bukan dilayani. Seorang pejabat harus mau mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat. “Keenam, saya berharap dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan, kepuasan dan kebahagiaan masyarakat menjadi komitmen dan prioritas utama tentu diiringi dengan harapan ridhla Allah SWT, ” ujar Menag.

“Saya yakin Kementerian Agama akan berkembang pesat menjadi lembaga/organisasi yang modern dan profesional sehingga Kemenag bisa menjadi fasilitagor kerukunan umat untuk menjadikan Indonesia maju,” tandasnya. (kemenag)

Loading...