Jayapura – Anggota Komisi V DPR RI Roberth Rouw mengapresiasi Pemerintah Pusat yang telah mempercayai Pemerintah Provinsi Papua menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020. Roberth berharap venue-venue bertaraf internasional yang sudah dibangun bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Papua, dan melahirkan atlet-atlet nasional dari tanah Papua.
Bahkan, politisi Partai NasDem itu juga berharap, setelah agenda PON selesai, venue-venue dapat dikelola sekolah ataupun calon atlet untuk berlatih. “Venue-venue nanti setelah PON akan dikelola untuk bisa melahirkan atlet-atlet baru Papua. Juga sudah disampaikan Pemerintah Daerah setempat, bagaimana kita harus bisa meningkatkan SDM di daerah,” kata Roberth, usai Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI meninjau progres pembangunan Venue Aquatic PON XX di Distrik Sentani, Kota Jayapura, Papua, Selasa (3/3/2020).
Dijelaskannya, progres pembangunan venue-venue menjelang PON sudah mencapai 80 persen lebih cepat dari waktu yang sudah diberikan. “Ini suatu apresiasi, karena memang harus segera siap karena akan dipakai untuk langkah uji coba terlebih dahulu sebelum acara PON diselenggarakan, agar penyelenggaraan PON berjalan dengan sesuai keinginan,” kata Anggoat DPR dari daerah pemilihan Provinsi Papua itu.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nurhayati menambahkan, pembangunan Venue Aquatic akan rampung sebelum waktu yang dijanjikan. Ia pun mengapresiasi hal tersebut karena lebih cepat selesai.
Politikus PPP itu mengatakan bahwa pengerjaan venue tersebut telah berjalan selama tiga tahun, dibiayai sebesar Rp401 miliar oleh APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Anggaran APBN tersebut hanya untuk pembangunan Venue-Venue Aquatic,” imbuh legislator dapil Jawa Barat XI itu, sembari berharap agar setelah selesai pelaksanaan PON XX yang akan datang, seluruh venue yang sudah dibangun, dapat digunakan untuk masyarakat Papua sebagai ajang olahraga maupun pendidikan olahraga dan juga keperluan sekolah-sekolah untuk melaksanakan aktivitas olahraga.






