Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan masyarakat tidak perlu panik menghadapi virus corona atau Covid-19. Pasalnya, korban infeksi virus corona di sejumlah negara bisa disembuhkan setelah ditangani rumah sakit.
“Wabah virus corona ternyata tak seseram yang dibayangkan. Buktinya, beberapa negara infeksi virus corona bisa sembuh 100 persen seperti di Vietnam, Sri Langka, dan Kamboja. Artinya, meskipun belum ditemukan vaksin. virus itu masih bisa dikalahkan. Jadi, mengapa mesti panik,” kata Rahmad, dalam rilisnya, Jumat (6/3/2020).
Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan, selain itu Indonesia juga sudah punya pengalaman mengatasi kasus wabah sejenis corona, seperti kasus flu burung hingga Mers. Rumah sakit di Tanah Air sudah siap menghadapi wabah ini. “Bahkan, pemerintah Indonesia juga telah melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk Indonesia sesuai standar kesehatan WHO,” ungkapnya.
Menyikapi putusan pemerintah menutup akses masuk ke Indonesia terhadap turis dari Iran, Italia, dan Korea Selatan, Rahmad menegaskan bahwa itu bukti kesiapan pemerintah mengantisipasi masuknya virus corona ke Tanah Air. “Sekali lagi, tidak ada alasan untuk panik, karena Indonesia sudah siap menghadapi virus ini,” tegasnya.
Dia menyerukan agar masyarakat di dalam negeri bahu membahu dengan pemerintah mengantisipasi penyebaran virus corona. Masyarakat katanya, bisa membantu mencegah penyebaran virus dengan cara ikut serta menyosialisasikan program pemerintah dalam mengatasi virus ini di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Masyarakat bisa saling mengingatkan bahwa virus corona ini tidak seseram yang dibayangkan. Ikut bergerak mengampanyekan hidup sehat, termasuk menyosialisasikan manfaat minuman atau asupan makanan seperti rempah-rempah,” imbuhhnya.
Kepanikan masyarakat yang selama ini terjadi menurut Rahmad, justru akibat simpang siurnya berita mengenai virus corona, termasuk berita hoax.
“Makanya kita mengimbau pejabat publik yang tak punya kapasitas di bidang kesehatan untuk tidak mengeluarkan statmen yang justru akan menambah panik masyarakat,” imbau Rahmad.






