JAKARTA – Pandemik COVID-19 yang melanda seluruh wilayah di Indonesia saat ini berdampak besar pada harga pangan di pasar-pasar tradisonal. Harga cabai hingga harga gula pasir mengalami kenaikan drastis.
Kenaikan harga pangan di pasar-pasar tradisional ini sudah diketahui oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan). Menurut Ketua BKP Kementan Agung Hendriadi, kenaikan harga cabai hingga gula pasir ini tidak bida dihindari dengan kondisi COVID-19, karena pasti ada oknum-oknum yang bermain harga.
“Kondisi seperti ini tidak memungkiri juga orang itu cenderung bermain harga, itu pasti ada. Ada yang mencoba menghalangi aliran barang, itu pasti ada,” kata Hendiari pada, Senin (20/4).
Olehnya itu, untuk menekan terjadinya kelonjakan harga pangan di daerah, Kementan bersama Mitra Tani di seluruh Indonesia menggelar operasi pasar pangan murah di pasar tradisional.
“Semua Mitra Pasar Tani melakukan operasi pasar serentak di seluruh Indonesia, dan kemudian kerjasama dengan distributor telah kami lakukan contoh, dengan indo gula sebagai distributor kemudian kita mencoba lihat dimana provinsi yang kekuarangan kita mengirim kesana seperti yang kita lakukan saat ini,” ucapnya.
“Ini juga sebagai langkah menginterpensi kelangkaan dan kenaikan harga pangan di daerah, semua daerah akan dikoorinasi untuk saling menutup, dan seluruh daerah dilakukan operasi pasar,” tambahnya.
Dikatakan Hendriadi, operasi pasar murah ini sudah berlangsung sejak awal Maret lalu. Menurut dia, operasi pasar murah ini dilakukan setiap awal pekan (Hari Senin-red) di seluruh Indonesia.
Hendriadi juga mengakui, dirinya telah mendapat laporan dari daerah soal kelonjakan harga pangan, termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra). Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat untuk membeli kebutuhan pangan di pasar Mitra Tani yang dilakukan oleh Kementan.
“Ini bukan operasi pasar yang pertama, tapi setiap minggu kami melaksanakannya. Nah memang aliran belum sampai mungkin, tapi saya yakin karena kami sudah melihat ke pabriknya, sudah melihat pengolahannya, bahkan pengirimannya sudah dilakukan,” jelasnya.
Hendriadi mengakui, harga gula pasir di pasar murah masih normal, yakni Rp 12.500.00 per kilogram dan stok untuk dua bulan ke depan sudah disiapkan Pemerintah. “Harga gula di pasar murah itu Rp 12.500.00 per kilo, dan stok alhamdulillah cukup untuk dua bulan, yakni 500 ribu ton,” yakinnya. (***)







Komentar