JAKARTA – Jelang bulan puasa dan lebaran Idul Fitri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) lewat Dirjen Pergangan Dalam Negeri Suhanto, telah menyurati seluruh kepala Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menjaga kelancaran distribusi dan pasokan bahan pokok.
Dikatakan Suhanto, pihaknya bersama Satuan Tugas (Satgas) pangan telah mengawal kegiatan proses penambahan pasokan bahan pokok, seperti gula pasir ke daerah agar pelaku usaha tidak melakukan penimbunan jelang bulan puasa maupun lebaran.
“Kami bersama Satgas Pangan juga akan terus mengawal kegiatan proses penambahan pasokan gula ke pasar untuk memastikan pelaku usaha tidak menahan stok dan segera melakukan pendistribusian bahan pokok termasuk gula secara merata ke seluruh wilayah Indonesia,” kata Suhanto di Jakarta, Rabu (16/4/).
Menurut Suhanto, berdasarkan laporan dari Dinas Perdagangan Provinsi, barang kebutuhan nasional saat ini tercukupi hingga harga nasional relatif stabil dibanding bulan lalu. “Terkecuali harga gula yang masih diupayakan sesuai HET Rp 12.500/kg,” akuinya.
Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHP) di pasar tradisional pada Selasa (14/4) mencatat gula pasir lokal per kilogram yang Rp 18.600 di atas gula pasir premium Rp 17.800. Harga tertinggi di Kalimantan Barat mencapai Rp 22.000/kg, dan terendah Sulawesi Tengah Rp 16.000 per kg.
Harga pangan lain seperti cabe rawit merah dan hijau dijual Rp 50.450 & Rp 35.850; bawang putih sedang Rp 43.600; bawang merah sedang Rp 43.100; telur ayam ras Rp 26.000; Daging sapi kualitas II Rp 112.450; minyak goreng curah, kemasan merek ke-1 dan ke-2, masing-masing Rp 12.350, Rp 14.750, dan Rp 14.050. (***)






