Istana Sebut Kesalahan Stafsus Harus Dimaklumi, Demokrat: Teramat Lucu

JAKARTA – Langkah Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo yang menggunakan kop surat Sekretariat Kabinet masih dikritisi. Pasalnya, langkah Andi Taufan Garuda Putra yang menggunakan kop surat untuk kepentingan perusahannya Amartha diklaim sebagai kesalahn fatal.

Andi Taufan menggunakan kop surat Sekretariat Kabinet untuk menyurati seluruh camat di Indonesia agar mereka membantu anak buahnya di perusahan Amrtha dalam penanganan penyebaran Covid-19.

Meski langkah tersebut sinyatakan salah, pihak istana lewat Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, mengatakan tindakan staf presiden yang biasa disebut sebagai stafsus milenial ini harus dimaklumi.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyayangkan pernyataan tersebut. Hinca bahkan mempertanyakan pernyataan tenaga ahli Presiden tersebut.

“Sejak kapan dalam roda organisasi pemerintahan ada kata “memaklumi”?,” kata Hinca dalam postingannya di akun twitternya @hincapandjaitan pada, Senin (20/4).

Menurut politisi asal Sumatera Utara itu, keterpilihan mereka menjadi Staf Khusus Presiden mewakili kelompok milenial sudah melewati seleksi. Hingga perihal etika tidak lagi diragukan.

“Mereka berada di istana, karena mereka milenial ‘terpilih’. Jika perihal etika saja kita harus diminta memaklumi, bagaimana dgn tagihan kinerja?,” sambungnya dalam tweet.

Mantan Sekjen Partai Demokrat ini merasa lucu dengan pernyataan Tenaga Ahli Presiden, yang memaklumi kesalahan tersebut. “Teramat lucu teman-teman ini,” tutupnya dalam tweet yang sama. (***)

Komentar