Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet minta pemerintah melakukan segala upaya dan strategi maksimal dalam menanggulangi pandemi Covid-19, menerapkan kebijakan physical distancing secara ketat, menekan penularan dengan pemeriksaan dan penelusuran kontak, meningkatkan layanan rumah sakit demi menekan jumlah korban jiwa, serta meningkatkan kapasitas laboratorium untuk mendiagnosis Covid-19 dan mengalihfungsikan berbagai fasilitas untuk penanganan Covid-19.
Permintaan itu disampaikan Bamsoet menyikapi penambahan pasien positif terinfeksi virus corona di Indonesia mencatat angka tertinggi sebanyak 399 kasus pada Minggu (12/4) sehingga menjadi 4.241 kasus, sejak pertama kali diumumkan pada 2 Maret lalu.
“Mendorong pemerintah mencontoh maupun meminta bantuan negara lain yang berpengalaman dan telah berhasil menangani pandemi Covid-19 dengan tetap menyesuaikan situasi dan kondisi masyarakat di Indonesia,” kata Bamsoet, lewat rilisnya, Senin (13/4/2020).
Selain itu, Ketua MPR RI juga berharap pemerintah menerbitkan kebijakan yang tegas terkait mudik menjelang lebaran agar penyebaran virus Covid-19 tidak meluas ke daerah-daerah. “Apabila tidak ada ketegasan terkait aturan mudik, kondisi tersebut akan menjadi masalah bagi daerah, terutama yang memiliki keterbatasan anggaran dalam menghadapi bencana serta minimnya alat dan tenaga medis,” tegas politikus Partai Golkar itu.
Khusus kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Bamsoet mendorong untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya social/physical distancing, dengan memanfaatkan media yang ada (siber, siaran dan cetak) sehingga masyarakat dapat memahami dan secara serius menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat guna memutus penyebaran Covid-19.
“Demikian juga halnya dengan masyarakat untuk patuh pada kebijakan physical distancing dan penerapan PSBB, mengingat hal tersebut satu-satunya intervensi yang pada saat ini dapat dilakukan untuk memutuskan rantai penularan serta terbukti mampu menurunkan angka penularan secara bermakna,” imbuhnya.






