JAKARTA – Aksi kriminal di tengah pandemik COVID-19 terus terjadi, baik di pusat hingga daerah. Aksi kriminal ini tak lepas dari keputusan Pemerintah membebaskan puluhan ribu narapidana, untuk memerangi penyebaran COVID-19.
Dari laporan pihak kepolisian, terbanyak dari aksi kriminal ini adalah para Napi yang baru saja dibebaskan. Olehnya itu, Pemerintah bersama aparat kepolisian perlu memetakan jaringan kelompok kejahatan ini.
“Aparat Kepolisian perlu memetakan jaringan kelompok kejahatan, seperti pencurian dengan kekerasan serta pencurian dengan pemberatan di setiap wilayah. Polisi harus melakukan patroli secara rutin, agar dapat mencegah dan meminimalisir tingkat kejahatan,” kata Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo kepada wartawan, Senin (20/4).
Bambang Soesatyo juga mendorong aparat Kepolisian terus melakukan langkah-langkah pencegahan, dan penyelidikan kriminalitas serta melakukan tindakan tegas, terhadap para pelaku kejahatan yang memanfaatkan situasi COVID-19 ini.
“Aparat Kepolisian dapat melaksanakan tugas pengamanan dengan baik, disamping polisi juga ditugaskan untuk membantu percepatan penanganan dampak COVID-19, mengingat meningkatnya tindak kejahatan pencurian, perampokan, serta pembegalan yang menimbulkan keresahan di masyarakat terus meningkat,” jelasnya.
Politisi Partai Golkar ini meminta, agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif membantu kepolisian dengan melaporkan kejadian-kejadian tindak kriminal di lingkungan tempat tinggalnya.
“Jika ada kejahatan langsung melapir ke setiap layanan pengaduan masyarakat, serta tetap disiplin berada di rumah dan mematuhi kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran vCOVID-19 meluas,” tutupnya. (***)







Komentar