MALUKU, LIPUTAN.CO.ID-Provinsi Maluku dalam angka pasien positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sudah terdapat 12 kasus.
Sebelumnya, Pasien yang positif virus corona di Maluku berjumlah 3 orang berdasarkan uji laboratorium dengan alat polymerase chain reaction (PCR).
Kini, angka tersebut meningkat 3 kali lipat yakni 9 pasien positif Covid-19.
“Sudah terkonfirmasi lagi Pasien positif bertambah 9 orang, jadi sudah ada Pasien ke -12 kasus positif Covid-19 saat ini,” ungkap Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, saat beri keterangan pers di Ambon, Sabtu petang, 11 April 2020.
Setiap Pasien yang positif covid-19 di Maluku, Tim Gugus Tugas setempat memberikan nama pasien dengan kode angka. Ke sembilan Pasien yang baru terkonfirmasi positif itu merupakan Pasien 04, 05 dan Pasien 06. Ketiga Pasien merupakan orang yang terjangkit dari Pasien 02 (seorang Nenek) dan Pasien 07 merupakan pasien yang baru pulang dari Manado Sulawesi Utara.
Sementara itu, Pasien dengan kode 08 dan 09 merupakan Pasien yang terjangkit dari Pasien 03 asal Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.
Dan Pasien dengan kode 010 merupakan Pasien asal Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. Sementara Pasien 011 dan Pasien 012 merupakan Calon Perwira Polisi Polda Maluku.
Dari sebaran Pasien positif Covid-19, Provinsi Maluku sudah masuk sebagai daerah penyebaran virus corona secara lokal atau daerah transmisi Covid-19 lokal.
Kini penyebaran Covid-19 di Maluku tidak lagi berasal dari para pelaku perjalanan dari luar Maluku, namun masyarakat Maluku yang tidak punya riwayat perjalanan luar daerah pun berpotensi terjangkit Covid-19.
Hal itu terjadi pada pasien 04, 05, 06, dan pasien 08. Keempat pasien itu tidak punya riwayat perjalanan ke luar Maluku dan mereka hanya terjangit dari dua pelaku perjalanan dari luar Maluku.
“Sekarang ini kita sudah istilanya transformasi lokal, artinya ada orang yang tidak lakukan perjalanan pun sudah positif (Covid-19),” terang Selang.
Dari total 12 Pasien positif Covid-19 di Maluku, terdapat 1 Pasien sembuh. 11 Pasien dalam perawatan dan nol kasus meninggal.
11 Pasien ini kata Kasrul, secara klinis punya kondisi yang baik. Sementara itu jumlah Pasien Dalam Pengawasan ada 7 dan Orang Dalam Pantauan ada 131.






