JAKARTA – Hampir sebagian besar tindak kriminal yang dilakukan saat pandemik Covid-19 ini adalah para narapidana (Napi) yang dibebaskan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, atas pertimbangan pemutusan rantai penyebaran corona virus.
Sayangnya, langkah pembebasan puluhan ribu Napi itu tidak sejalan dengan yang siharapkan oleh Pemerintah. Itu terlihat dengan berbagai aksi kriminal di tengah-tengah masyarakat terus meningkat, dan sebagian besar pelaku yang tertangkap adalah bekas Napi yang keluar karena Covid-19.
Hal ini pun didukung dengan sebaran video di media sosial, dimana seorang bernama Zainal yang ditangkap oleh aparat kepolisian. Dalam video yang diunggal oleh pakar ekonomi Rizal Ramli (RR) di twitternya @RamliRizal dengan durasi 1 menit 14 detik itu mengakui, dirinya adalah bekas Napi yang baru keluar dan sudah tujuh mobil yang dicuri dan dijual di Batu, Kota Malang, Jawa Timur.
Dalam postingan itu, Rizal Ramli mempertanyakan kebenaran video tersebut. Rizal Ramli pun mencurigai keputusan dibebaskan puluhan ribu Napi itu untuk mencari alasan diterapkannya Darurat Sipil, karena terjadi penjarahan dimana-mana.
“Ini video benar ?? Apa napi2 dikeluarkan untuk cari2 alasan untuk ‘Darurat Sipil’ ? Sama halnya dgn heboh Anarko,” tulis Rizal Ramli pada pistingannya.
Tak sampai disitu, mantan Menteri di era Presiden Abdurahman Wahid itu melanjutkan, dibebaskannya para Napi ini sebagai cara otoriter agar semua rencana Pemerintaj berjalan mulus.
“Ini mah taktik2 otoriter. Bikin heboh & rusuh, habis itu masuk itu barang,” tulisnya juga.
Diakhir kalimat, Rizal Ramli kembali mengingatkan pengikutnya soal kejadian Malari beberapa tahun lalu. “Inget pola Malari !,” ucapnya dalam tweet. (***)







Komentar