PAW Imran Tak Begitu Urgen, Pengamat: Hargai Keluarga Almarhum

Jakarta – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota Komisi II DPR-RI Fraksi Partai Gerindra Imran belum juga diproses oleh pihak partai dan lembaga parlemen.

Sebelumnya, pihak Gerindra lewat Ketua DPP Andre Rosiade meminta awak media menunggu mekanismenya, karena harus dibahas oleh partai sebelum diajukan ke pimpinan DPR-RI.

Pengamat politik nasional Emrus Sihombing menilai, langkah PAW yang akan diambil oleh partai atas halangan tetap Imran tetap dilakukan, namun hal itu tidak begitu didukung dengan kondisi pandemik COVID-19.

“Tetap dilakukan PAW, tetapi harus secara bijak dan sesuai aturan. Toh, saat ini belum ada hal urgen untuk dilakukan PAW, karena masih dalam kondisi pandemik COVID-19,” kata Emrus kepada Telisik.id lewat pesan tertulisnya kepada Telisik.id, Kamis (9/4).

Menurut Emrus, saat ini hampir semua keputusan yang akan diputuskan oleh DPR-RI lebih banyak lewat mufakat, hingga PAW dinilainya belum saatnya untuk dibahas.

“Tapi kalau memang persoalan nanti kita ambil keputusan dengan vooting saya kira jumlah kursi sangat diperlukan, jadi harus segera diganti. tetapi kalau misalkan keputusan dilakukan musyawara mufakat toh suara orang yang mendahului kita bisa diwakilkan oleh fraksi. Keluarga juga masih berduka, hargai keluarganya,” ucap Emrus.

“Oleh karena itu, jika keputusan musyawara mufakat, berarti belum begitu urgen untuk di PAW,” sambungnya.

Buat akademisi di Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang itu, fraksi-fraksi di DPR-RI harus fokus membantu Pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19 ini, dan baiknya segala keputusan dilakukan dengan musyawarah.

“Saya mendorong untuk tidak melakukan vooting, karena kita tidak memerlukan perdebatan yang begitu panjang. Saya yakin betul Anggota DPR kita adalah negarawan, sehingga pasti musyawara mufakat yang lenting,” tutup Emrus. (***)