Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta aparat keamanan, baik TNI maupun Polri yang bertugas, agar dalam menertibkan masyarakat untuk physical distancing, dapat melakukan pendekatan-pendekatan secara persuasif dan tidak menggunakan kekerasan.
Permintaan tersebut disampaikan Bamsoet sehubungan dengan upaya-upaya Pemerintah bersama aparat keamanan dalam pendisiplinan masyarakat untuk menjaga jarak aman (physical distancing) selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar dapat berjalan secara efektif.
“Tertibkan masyarakat dengan berbagai pendekatan secara persuasif, dan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, selalu berkoordinasi dan membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam mempersiapkan seluruh langkah penanganan Covid-19, sehingga masa PSBB ini dapat efektif untuk memutus mata rantai Covid-19 di lingkungan masyarakat Indonesia,” kata Bamsoet, Senin (13/4/2020).
Selain itu, politikus Partai Golkar ini mendorong Pemerintah dalam mempersiapkan segala keperluan rumah sakit, penambahan tenaga medis atau paramedis, hingga dalam pelaksanaan PSBB, agar dapat melibatkan TNI sehingga upaya penanganan Covid-19 dapat lebih efektif.
Bahkan, Bamsoet berharap TNI maupun Polri agar dapat melakukan pemetaan wilayah, sehingga distribusi personel yang terlibat, logistik, dan pengamanan personel dapat tepat sasaran, serta tidak mendatangkan risiko kerugian maupun kefatalan kepada sumber daya yang dikerahkan. “TNI, Polri, dan seluruh aparat yang bertugas agar dapat menjalankan tugas sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” imbuhnya.






