Polri dan BIN Diminta Serius Tanggapi Isu Rusuh di Daerah

JAKARTA – Penyebaran COVID-19 dihampir seluruh daerah di Indonesia berdampak serius pada keamanan masyarakat. Tersiar kabar, kelompok Anarko dikabarkan akan melakukan aksi kriminal di beberapa daerah.

Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo meminta pihak kepolisian secepatnya merespon itu tersebut, karena sudah menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, masyarakat saat ini masih tertekan dengan mewabahnya pandemik COVID-19 ini.

“Kepolisian RI (Bareskrim) untuk mempercepat proses penyidikan, dan penyelidikan rencana aksi kelompok anarko tersebut, serta menyiapkan langkah antisipasi agar rencana aksi tersebut digagalkan dan membongkar keberadaan kelompok anarko tersebut,” kata Bambang Soesatyo kepada wartawan, Selasa (14/4).

Mantan wartawan ini juga mendorong Bareskrim Polri, dapat memberikan sanksi tegas kepada seluruh pihak-pihak yang terlibat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta KUHP.

Selain Polri, politisi yang akrab disapa Bamsoet ini juga mendorong Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengusut tuntas, dan segera mengungkap kasus tersebut, agar tidak menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat, mengingat kondisi saat ini masyarakat juga harus menghadapi dampak dari COVID-19.

“Kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan dan jumlah personel yang bertugas menjaga keamanan di kota-kota besar, sebagaimana rencana kelompok anarko tersebut,” ucapnya.

“Mengingat belum seluruh pelaku dari kelompok anarko tersebut tertangkap, dikarenakan masih kurangnya bukti dan rencana aksi yang tidak terstruktur,” tambahnya.

Olehnya itu, mantan Ketua DPR-RI itu
mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak panik, serta memercayakan masalah ini untuk diselesaikan oleh pihak Kepolisian.

“Masyarakat tetap tenang dan tidak panik, kita serahkan dan percayakan kepada aparat kepolisian ya,” imbaunya. (***)