oleh

Sinergi Perwakilan dan Masyarakat Indonesia dalam Menghadapi COVID-19 di Kuwait

​Kuwait City, Kuwait – KBRI Kuwait dan organisasi masyarakat Indonesia (ormas) di Kuwait saling bahu membahu dalam menghadapi pandemi COVID-19. Memanfaatkan sumber daya dan jaringan yang dimiliki, KBRI Kuwait dan ormas mengindentifikasikan dan mendistribusikan bantuan bagi para WNI yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar pangan.​

Sejak tanggal 12 Maret 2020, Pemerintah Kuwait telah menutup sekolah, universitas, mall, spa dan salon, menghentikan layanan makan di tempat untuk restoran dan kafe, bis umum, taksi dan penerbangan komersial reguler. Selain itu juga diberlakukan jam malam antara pukul 17.00-04.00 yang dilakukan mengurangi kerumunan orang dan menghambat persebaran COVID-19.

Kebijakan tersebut berdampak bagi masyarakat di Kuwait tak terkecuali para WNI. KBRI Kuwait meningkatkan jumlah broadcast imbauan dan informasi terkini mengenai penanganan isu COVID-19 di Kuwait. Hotline, email dan media sosial disiagakan untuk menerima laporan WNI yang mengalami kesulitan.

Sejak tanggal 27 Maret 2020, KBRI Kuwait telah menerima laporan bahwa ada sekitar 240 WNI yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar pangannya. Pada umumnya, mereka adalah terapis spa, pegawai toko di mall, restoran, kafe dan katering serta pengemudi bis umum yang tidak bekerja penuh sehingga penghasilannya berkurang karena tidak mendapatkan tambahan dari uang lembur ataupun komisi.

KBRI Kuwait dan 48 ormas, diantaranya Forum Diaspora Indonesia di Kuwait (FDIK) menerima dan mendistribusikan paket bantuan bahan pangan sebagai bentuk solidaritas sesama WNI. Dalam beberapa kesempatan, Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Tri Tharyat sendirilah yang mendistribusikan paket bantuan dan menyapa para WNI. Distribusi paket pangan dimanfaatkan oleh KBRI Kuwait untuk bersilaturahim dan mengingatkan agar WNI tetap menjaga kesehatan dan kebersihan juga mematuhi semua aturan Pemerintah Kuwait yang berupaya maksimal menangani COVID-19.(kemenlu)

Loading...