JAKARTA – Anggota DPR-RI Fraksi Partak Gerindra Fadli Zon mengaku percaya dengan laporan media asing, terkait jumlah kematian dalam status Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Indonesia.
Dalam laporan media asing itu, jumlah kematian pasien PDP di Indonesia mencapai 2.200 orang. Namun, jumlah ini enggan dipublikasikan oleh Pemerintah Indonesia.
“Laporan media asing itu masuk akal. Byk yg meninggal dlm status PDP tidak didata krn Covid-19,” tulis Fadli Zon di akun twitternya, Selasa (28/4).
Dikatakan anak buah Prabowo Subianto itu, dirinya menduga ada beberapa alasan Pemerintah enggan mempublikasikan data PDP yang meninggal itu karena tidak dilakukan tes hingga lambatnya hasil tes. “Ada brbagai alasan: tdk tes, lambatnya hasil tes dll,” sambungnya dalam tweet yang sama.
Diakhir tweet mantan Wakil Ketua DPR-RI itu, dirinya meminta Pemerintah transparan dalam mengumumkan data jumlah PDP yang meninggal, karena banyak orang terpapar karena tidak tau akibat kurangnya keterbukaan Pemerintah.
“Harusnya pemerintah transparan umumkan juga brp jumlah PDP yg wafat. Byk org terjebak n terpapar krn data kurang transparan,” pintanya. (***)







Komentar