JAKARTA – Kasus positif COVID-19 disalah satu perusahan industri di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terkhusus bagi Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah (Pemda), pihak perusahaan maupun masyarakat secara keseluruhan.
Apalagi, perusahaan yang banyak dihuni oleh pekerja asing seperti yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Kejadian di Morowali ini harus dijadikan sebagai langkah antisipasi oleh Pemerintah Pusat, Pemda Sultra dan pihak perusahaan. Pasalnya, penularan Coronavirus ini begitu cepat dan masif.
“Pemerintah lewat timGugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bersama Pemda untuk memperketat pengawasan, dan penulusuran klaster yang berpotensi menyebarkan virus Corona, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan, deteksi dan penanganan,” kata Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5).
Pemda bersama Tim tracing Gugus Tugas COVID-19 memastikan pelaksanaan skrining masif, dan surveillance kasus dengan melakukan tes secara terdesentralisasi, aman dan mudah. Serta mempersiapkan sumber daya, dan mengaktivasi laboratorium yang sudah dipersiapkan untuk penanganan COVID19 di setiap wilayah.
“Sehingga mampu dengan cepat mengidentifikasi kasus-kasus baru yang memberikan optimisme dari segala upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19,” ujarnya.
“Pemda juga memetakan klaster dan episenter di Indonesia secara real-time, sehingga para tenaga medis serta masyarakat dapat mengantisipasi dan menghindari lokasi yang berisiko tinggi untuk terjadi penularan,” tambahnya.
Mantan Ketua DPR-RI ini menyarankan, agar Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan pihak industri/pabrik dalam melaksanakan ketentuan Pemerintah, dengan menutup sementara perusahaan industri apabila terdapat karyawan teridentifikasi COVID-19.
“Langkah ini untuk mencegah penyebaran virus yang lebih meluas di kawasan industri/pabrik tersebut,” jelasnya. (***)







Komentar