oleh

Kabupaten Aceh Barat Daya Komitmen Capai Target Surplus Padi

Sebagai salah satu daerah sentra produksi padi di wilayah barat dan selatan Aceh, masyarakat petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) siap bekerja keras untuk bercocok tanam sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Secara serentak telah dilakukan penanaman padi di area seluas 10.289 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan di Abdya guna mendukung ketahanan pangan nasional ditengah pandemi COVID-19. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Abdya, Nasruddin di Blangpidie, Jumat (22/5)

Mereka dengan gigih telah sukses menanam padi secara serentak pada lahan sawah seluas 10.289 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan sebagai upaya petani setempat membantu Pemerintah dalam menjaga stok pangan di masyarakat.

“Alhamdulillah, target tanam padi seluas 10.289 hektar lahan sawah sudah tercapai dan  Insyaallah bulan Juli 2020 nanti, Kabupaten Abdya kembali memasuki musim panen raya padi,” tuturnya

Ia berharap hasil produksi diperoleh oleh petani nanti bisa surplus seperti tahun lalu agar gabah kering panen (gkp) bisa kita suplai ke daerah-daerah lain ditengah COVID-19 melanda ini,” katanya lagi.

Ia mengatakan, pada musim panen padi tahun lalu, produksi gabah di Kabupaten Abdya mencapai sebanyak 82,312 ton gabah kering panen (gkp) untuk satu kali musim tanam (MT)

“Jika dikalikan dua MT maka produksi padi diperoleh petani Kabupaten Abdya mencapai sebanyak 164.000 ton gkp setiap tahun dengan tingkat produkvifitas rata-rata delapan ton/hektar sawah,” ucapnya

“Selain untuk kecukupan masyarakat daerah sendiri. Abdya juga bisa memsuplai ke daerah-daerah lain, karena surplus yang kita capai setiap tahun lebih dari  60 persen dari total gkp diperoleh petani,” katanya

Pernyataan tersebut sebelumnya juga pernah disampaikan saat kepala Dinas Pertanian Abdya tersebut melaksanakan rapat dengan pihak Kementerian Pertanian RI melalui video conference, Selasa (12/5).

Pada rapat yang ikut dihadiri wakil bupati Abdya Muslizar dan Sekretaris Daerah, Thamrin, pihak kementerian pertanian khusus membahas tentang ketersediaan pangan nasional ditengah COVID-19 melanda.

“Meskipun pandemik melanda, ditambah lagi sedang berpuasa, tidak menyurutkan petani bercocok tanam, mereka terus berusaha budidaya padi agar stok pangan ditengah COVID-19 tetap tersedia di masyarakat,” katanya.

Di tempat terpisah Direktur Jenderal Tanaman Pangan menegaskan bahwa saatnya mulai kejar tanam padi. “Target april sampai september ini secara nasional luas tanam 5,6 juta hektar dan untuk itu kami di Kementan tiap hari lakukan koordinasi dengan seluruh Provinsi supaya target ini tercapai,” ujar Suwandi.

Diungkapkan Suwandi pada saat pandemi covid 19 ini menjadi tantangan Kementan untuk tetap menjamin kecukupan pangan bagi penduduk Indonesia. “Bapak Mentan Syahrul Yasin Limpo selalu mengingatkan bahwa kita bekerja tidak boleh kendor, beliau sangat mengapresiasi petani dan petugas dinas yang tetap mengawal pertanam. Berkali-kali Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa negara harus hadir di tengah masyarakat dan menjamin kevukupan pangan bagi rakyatnya,” pungkas Suwandi.(*)

Komentar

Loading...