Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu mengkritisi penghapusan batasan jumlah penumpang pada moda transportasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selama pandemi Covid-19. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan, pandemi Covid-19 belum selesai, sebab grafik masyarakat terkena virus itu belum melandai, bahkan kasus Covid-19 di Indonesia makin meningkat.
“Penambahan jumlah kasus baru masih pada kisaran 700-900 kasus per harinya. Saya ingatkan kepada Kemenhub, wabah ini belum selesai. Grafik belum juga melandai. Jangan hapus batasan jumlah penumpang,” kata Syaikhu dalam rilisnya, Rabu (10/6/2020).
Mantan Wakil Wali Kota Bekasi itu menjelaskan, per hari Selasa (9/6/2020) saja, tercatat rekor kasus baru yaitu sebesar 1.043 kasus dalam sehari. Di sisi lain, angka kesembuhan masih sekitar 500 kasus per harinya. Artinya, Indonesia masih ‘surplus’ kasus Covid-19 dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.
“Angka-angka ini secara jelas menunjukkan pandemi terus berlangsung. Tidak ada penurunan kasus. Ironisnya, kampanye ‘New Normal’ terus digaungkan dan dijalankan pemerintah. Salah satunya dengan menerbitkan Permenhub Nomor 41 Tahun 2020 yang merevisi Permenhub Nomor18 Tahun 2020,” ungkap Syaikhu.
Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) itu menyatakan, terbitnya Permenhub 41/2020 sungguh amat mengherankan mengingat, adanya keinginan Pemerintah untuk mengendalikan transportasi dalam rangka menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru, menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 serta tetap menekan penyebaran Covid-19.
Oleh karena itu, Syaikhu mendesak Kemenhub membatalkan Permenhub 41/2020. Kemenhub sepatutnya melakukan konsultasi dengan sektor lain. Seperti kesehatan, asosiasi dokter dan sebagainya. Tujuannya, untuk meminta masukan tentang pengendalian transportasi di masa adaptasi New Normal agar dapat mengeluarkan aturan yang tidak kontra-produktif terhadap upaya penghentian pandemi Covid-19.
“Jika pelonggaran ini diterapkan sekarang, di saat masih terjadinya peningkatan jumlah penderita Covid-19, dikhawatirkan yang terjadi adalah Old Normal. Yaitu, terus meningkatnya penderita Covid-19 yang sesuai fitrahnya (kenormalannya) akan terus meningkat jika aspek physical distancing diabaikan. Batalkan kebijakan ini. Keluarkan peraturan yang tidak kontra produktif. Jangan sepelekan nyawa rakyat,” pungkas Syaikhu.







Komentar