oleh

Jokowi Marah-Marah, PKS: Tidak Boleh Mengeluh, Apalagi Curhat

JAKARTA – Sikap Presiden Joko Widodo alias Jokowi marah-marah saat membuka rapat kabinet beberapa waktu lalu. kabarnya, kemarahan Jokowi itu akibat dari kinerja para Menteri kurang begitu baik di massa pandemi COVID-19. Bahkan, Jokowi mengancam akan membubarkan lembaga-lembaga yang dibentuk, dan melakukan resuffle Menteri.

Anggota Komisi II DPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera memahami sikap Presiden Jokowi yang terlihat marah kepada para Menteri dan Kepala-kepala lembaga dalam kabinet kerjanya. Menurut Mardani, sebagai pemimpin Jokowi harus tegas dalam kondisi krisis seperti saat ini.

“Pemimpin justru jelas dan tegas di masa krisis. Kesalahan kecil bisa fatal saat kondisi genting. Langkah yang baik untuk Pak Jokowi tegas dan jelas pernyataannya,” kata Mardani di Jakarta, Senin (29/6).

Lanjut Mardani, Jokowi tidak boleh berhenti dalam kata-kata, tetapi yang dibutuhkan adalah tindakan lanjut dari apa yang disampaikannya. pasalnya, jika hal itu tidak ditindak-lanjuti maka Presiden Jokowi justru yg disebut tdk ounya sense of crisis.

“Jangan berhenti dalam pernyataan. Sepekan paling lambat mesti ada tindak lanjut aksi dan keputusan tegas, dan jelas dari pernyataan itu. Jika tidak ada aksi, maka Pak Jokowi justru yang disebut tidak punya sense of crisis,” ucapnya.

Pencetus tagar #2019GantiPresiden ini mengingatkan Pemerintah terkait kondisis rakyat yang makin sulit. Untuk itu, perlu ada ketegasan Presiden dalam mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat, bukan hanya sekedar mengeluh atau curhat.

“Rakyat kian berat kondisinya. Pemerintahlah harapannya, karena itu Pak Presiden mesti berani ambil keputusan tegas. Pak Presiden amanahnya dari rakyat, jangan takut buat keputusan. Presiden tidak boleh mengeluh apalagi curhat, ambil keputusan rakyat taruhannya,” tegas Mardani. (***)

Komentar

Loading...