oleh

Saleh Daulay: Tak Cuma Presiden, Komisi IX DPR Dua Kali Bahas Rendahnya Serapan Kemenkes

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi peringatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap para pembantunya yang lamban dalam penyerapan anggaran, khususnya Kementerian Kesehatan sebagai mitrakerja Komisi IX. Sebab kata Sultan, dalam dua kali rapat kerja terakhir, persoalan penyerapan anggaran ini menjadi hal yang diperbincangan hangat di Komisi IX.

“Dalam paparan Menteri Kesehatan kemarin, tingkat penyerapan masih berada pada posisi 47 persen. Masih ada 53 persen lagi yang belum terserap. Dan dari 47 persen yang terserap, kelihatannya malah yang paling banyak diserap justru adalah anggaran BPJS Kesehatan. Itu artinya, masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan oleh Kemenkes,” kata Saleh, Senin (29/6/2020).

Selain itu, politikus PAN ini menyatakan juga menerima laporan bahwa insentif tenaga medis yang menangani covid-19 belum dibayarkan secara keseluruhan. Sampai sejauh ini, baru dibayarkan sekitar 40 persen. Sementara untuk yang 60 persen lagi masih menunggu verifikasi data dari daerah.

“Kalau penyerapannya rendah seperti ini, uang tentu tidak akan beredar di masyarakat. Daya beli masyarakat otomatis akan turun. Akibatnya, akan terjadi krisis seperti yang dikhawatirkan Presiden,” ungkapnya.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI itu menegaskan, alasan Kemenkes yang menyebut bahwa rendahnya penyerapan karena adanya covid-19, tidak bisa diterima. Sebab, covid-19 ini tidak jelas akan sampai kapan berakhirnya. “Kalau tidak berakhir sampai akhir tahun, lalu apakah anggaran-anggaran yang ada dibiarkan tidak terserap? Lalu untuk apa pembahasan anggaran tahun 2021? Apa tidak cukup memakai dana sisa yang tidak terpakai di tahun 2020,” tanya Saleh.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara II itu berpendapat bahwa apa yang disampaikan Presiden ini sangat serius. Buktinya, pidato ini sengaja dipublikasikan melalui akun resmi Sekretariat Kepresidenan.

“Ini menandakan bahwa Presiden ingin menyampaikan ke masyarakat bahwa beliau peduli dengan apa yang sedang terjadi di Indonesia. Terutama terkait dengan persoalan covid-19 dan ekonomi masyarakat secara luas. Kalau tidak mau diketahui publik, tidak mungkin dipublikasikan seperti itu. Ini pasti ada maksud dan tujuannya. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya. Semoga saja Pesiden menemukan jalan yang terbaik dalam mengatasi berbagai persoalan yang ada,” imbuh  mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Komentar

Loading...