oleh

Bantuan Satu Mobil Laboratorium PCR untuk Penanganan COVID-19 di Sulawesi Utara

JAKARTA – Pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara (BPBD Prov Sulut) mendapatkan bantuan satu unit mobil laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) senilai Rp4,1 miliar. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh  Rudy Suhendra selaku Direktur PT. Tambang Tondano Nusajaya dan PT. Meares Soputan Mining kepada Kepala BPBD Prov. Sulut Joi Oroh disaksikan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/7).

Dalam sambutannya Doni mengatakan, pemerintah mengapresiasi bantuan yang diberikan dan sangat membantu pemerintah dalam melakukan pemeriksaan specimen di wilayah Timur Indoensia.

“Kami ucapkan terimakasih atas bantuan kegiatan pemeriksaan spesimen ini, bantuan ini akan sangat berguna, karena wilayah Indonesia bagian timur kemampuan pemeriksaan spesimennya masih terbatas,” ucap Doni.

Doni menambahkan, di provinsi Sulut ini masih tergantung dengan provinsi lain dalam pemeriksaan spesimennya, oleh karena itu dengan adanya bantuan ini, diharapakan akan memudahkan dan meningkatkan pemeriksaan spesimen di Sulut.

“Seperti halnya sekarang ini Sulut masih harus menerima spesimen yang dikirim dari Gorontalo dan Maluku Utara, sedangkan kapasitas pemeriksaaan perhari hanya 500 spesimen. Dengan tambahan bantuan mobile lab DSL 2 ini diharapkan ada peningkatan, jika kerja sehari 10 jam maka bisa menghasilkan 300 sampai 500 per hari, sehingga sehari dapat menghasilkan 1000 spesimen,” ungkapnya

Selain itu Doni yang menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkapkan, dalam perang melawan COVID-19 ini, diperlukan kedisiplinan dalam mematuhi protokol Kesehatan.

“Saya berharap seluruh komponen masyarakat untuk disiplin, disiplin dan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak, ”

Lebih lanjut Doni berpesan, untuk umat muslim yang akan merayakan Idul Adha, agar mengambil hikmah dari perayaan Idul Adha itu sendiri, yaitu pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim.

“Besok hari raya Idul Adha, dimana Nabi Ibrahim melakukan pengorbanan kepada Allah subhanahu wa ta’alla, hari ini kita bangsa Indoneisa harus bisa melakukan pengorbanan, yaitu pengorbanan untuk tidak kembali ke kampung ataupun mengunjungi kerabat di daerah lain, ditakutkan diantara kita ada yang menjadi kelompok pembawa virus, jika diantara kita ada yang positif, maka bisa saja menular ke yang lainnya,” tutup Doni.(covid19.go.id)

Komentar

Loading...