oleh

Hadirkan Pakar Kuliner dalam Seminar Daring, KBRI Pretoria Dukung Diaspora Kembangkan Usaha Kuliner

Pretoria, Afrika Selatan – Fungsi promosi kebudayaan Indonesia di luar negeri tidak hanya dimiliki oleh Perwakilan Indonesia saja, para Diaspora Indonesia yang berusaha di bidang kuliner Indonesia juga menjalankan fungsi promosi kebudayaan di luar negeri. KBRI Pretoria rangkul para pelaku usaha makanan di Afrika Selatan melalui seminar daring “Bincang Santai Berbagi Pengalaman Mengembangkan Kuliner Indonesia di Afrika Selatan” (25/06/2020). Seminar tersebut diikuti Diaspora Indonesia yang bergerak di bidang makanan dan pakar-pakar kuliner seperti William Wongso, Echi Ismail (sekolah Lemongrass Hallalife), Yesi Effendi (Bali Food Truck) dan Sukini Muller (Indonesian Food Pop Up Kitchen)

“Ijinkan kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pejuang kuliner Indonesia di Afrika Selatan yang telah membantu mempromosikan kuliner Indonesia. Kami menyadari tidak mudah memperkenalkan kuliner Indonesia di luar negeri namun yakinlah akan selalu ada jalan sepanjang kita terus belajar dan berusaha agar kuliner Indonesia selalu diminati masyarakat di Afrika Selatan,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan merangkap negara lainnya, Salman Al Farisi membuka seminar.

Para narasumber membagikan pengalaman dan kiat-kiat berusaha di bidang makanan. Yesi Effendi menyatakan pentingnya keaktifan di media sosial, acara-acara sosial, pemberian diskon sebagai strategi pemasaran. Sukini Muller menyatakan bahwa selama 10 tahun menggeluti usaha kuliner Indonesia di Durban, penduduk setempat memberikan respon dengan positif selalu merindukan makanan Indonesia buatannya terutama nasi goreng, sambal dan sate. Sementara Echi Ismail, blogger yang juga pemilik sekolah kuliner berusaha menginspirasi para warga untuk memulai langkah kecil usaha online karena praktis dan tidak memerlukan banyak modal. Sekolah kulinari yang dipimpinnya masih merupakan satu-satunya sekolah kulinari Indonesia di Afrika Selatan yang rutin mengadakan cooking class dengan virtual 2 kali seminggu.

William Wongso menyatakan bahwa diaspora Indonesia yang membuka usaha kuliner di luar negeri adalah pahlawan, karena pada dasarnya tidak mudah memulai usaha kuliner Indonesia baik di Indonesia terlebih lagi di luar negeri. William Wongso juga berbagi cooking klinik berupa trik dan tip menyiasati kelangkaan bahan bumbu masakan Indonesia di Afrika dan mengoptimalkan bahan-bahan yang ada di Afrika untuk masakan Indonesia.

KBRI Pretoria dan para Diaspora Indonesia di Afrika Selatan terus menerus memperkenalkan kekayaan ragam makanan Indonesia. Melalui kegiatan bincang santai ini diharapkan tidak saja kuliner Indonesia lebih dikenal namun juga akan bertambah lagi warga Indonesia yang membuka usaha kuliner Indonesia sehingga Indonesia dapat dikenal juga akan kulinernya.(kemenlu)

Komentar

Loading...