oleh

Hasan Basri: Menteri Tak Mampu Kerja Lebih Baik Mundur Sebelum Direshuffle

Jakarta – Wakil Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Hasan Basri SE MH menilai wajar Presiden Joko Widodo marah kepada para menterinya lantaran kinerjanya tidak memuaskan terlebih di masa pandemi covid-19 yang saat ini melanda Indonesia.

“Wajar Presiden Jokowi marah besar setelah menilai kinerja menteri yang dipilihnya tidak memuaskan. Itu pemicu kemarahan Presiden,” ujar Hasan, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Senator asal Provinsi Kalimatan Utara itu menjelaskan, pandemi covid-19 telah meluluh-lantakan hampir semua sektor kehidupan bangsa Indonesia dan negara-negara du dunia. “Karena itu Presiden telah menerbitkan banyak regulasi sebagai payung hukum untuk para menterinya agar bekerja lebih extraordinary menghadapi bencana nasional pandemi corona ini. Presiden marah, karena menterinya bekerja masih-masih biasa-biasa saja,” ujar Hasan.

Terkait dengan itu, Hasan menegaskan, menteri yang merasa tidak mampu menjalankan arahan dan kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi, sebaiknya mundur dengan sendirinya, tanpa harus di reshuffle. “Mundur lebih baik, daripada di-reshuffle oleh Presiden,” tegasnya.

Menurut Ketua Umum PBSI Kalimantan Utara itu, bersikap kurang gesit dan lambatnya kementerian mengambil keputusan bisa jadi indikator bahwa para menteri tidak serius dalam menjalankan pekerjaan.

“Semua bisa dilihat dalam rapat tersebut seperti Presiden Jokowi juga menginstruksikan supaya belanja-belanja di kementerian terus digenjot dan diserap. Menurut Presiden jokowi semua yang dilaporkan menterinya masih biasa-biasa saja dan diminta segera dibelajankan secepatnya,” ungkap Hasan.

Komentar

Loading...