oleh

KPK On the Track, mantan Kepala BIN: Firli Layak Dianugerahi Bintang 4 Polri

Jakarta – Pelan tapi pasti, Firli Bahuri dinilai mampu menempatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijalurnya sebagai institusi penyelamat kekayaan Negara. Tren positif ini sekaligus membantah para pihak yang dahulunya pesimis terhadap Firli yang dianggap tidak independen bahkan dituding sebagai perpanjangan tangan Polri di lembaga antirasuah itu.

Demikian dikemukakan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (29/7/2020), menyikapi kinerja enam bulan terakhir KPK di bawah Firli Bahuri.

“Sejak awal saya optimis kepemimpinan Firli di KPK, mampu memposisikan KPK itu on the track menyelamatkan kekayaan negara. Menurut saya, Firli telah bekerja melawan mainstream kerja KPK beberapa tahun terakhir yang suka sensasional pemberitaan kasus kecil dengan aksi operasi tangkap tangan (OTT). Secara sistematis KPK bekerja dari hulu-hilir memberantas korupsi,” ujar Hendropriyono.

Meski tanpa sensasi lanjutnya, namun kerja penindakan KPK terus berlangsung dan yang tidak kalah penting berhasil melakukan penyelamatan uang negara sebesar Rp79 triliun.

“Kesuksesan KPK tidak terlepas dari kepemimpinan Firli yang berhasil membanngun sinergi dengan lembaga penegak hukum lainnya (Polri-Kejaksaan) dan kerja sama dengan instansi pemerintah lainnya. KPK juga sangat inklusif bekerjasama dengan masyarakat bersama-sama memberantas korupsi,” ungkapnya.

Menurut dia, keberhasilan KPK dapat dilihat dari kinerja KPK kurun waktu Januari-Juni 2020 yang telah melakukan perkara penyidikan sebanyak 160 perkara, pemeriksaan saksi sebanyak 3.512 orang serta pemanggilan tersangka dan penetapan tersangka sebanyak 85 orang.

“Bahkan tanpa membangun sensasi, KPK juga sudah menangkap dan menahan pelaku korupsi 61 orang. Tersangka yang belum ditahan 24 orang,” tegas Hendropriyono.

Dalam kurun waktu yang sama perkara yang telah diselesaikan oleh KPK sebanyak 99 perkara, terdiri dari 82 perkara sudah incracht dan 17 perkara masih dalam proses penuntutan. Selain itu, KPK juga melakukan penggeledahan sebanyak 25 kali dan penyitaan sebanyak 201 kali.

“Dalam bidang pencegahan, KPK melakukan kegiatan intervensi berupa penertiban aset daerah, pajak, sertifikasi lahan oleh KPK yang telah menyelamatkan keuangan negara dalam jumlah besar,” kata Hendropriyono.

Atas prestasi itu, Hendropriyono menilai Firli layak dianugerahi jenderal bintang 4 Polri. “Menurut saya, sangat layak untuk dianugerahi bintang 4,” pungkasnya.

Sebelumnya, Senin 27 Juli 2020, dalam webiner bertajuk “Criminal Law & Criminology #4 Korupsi Bantuan Sosial” yang digelar oleh Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi (MAHUPIKI), Firli menjelaskan, dari 160 perkara yang dilakukan penyidikan oleh KPK, sampai hari ini telah menemukan dan menetapkan 85 tersangka. “Dari 85 tersangka, penyidik telah melakukan penahanan terhadap 61 orang. Dari 160 tindak pidana korupsi tersebut, KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi kurang lebih 3.512 saksi,” ujarnya.

Firli juga menegaskan kemitraan KPK dengan Dewan Pengawas sebagai pihak yang memberikan izin terhadap segala upaya paksa tersebut sejauh ini baik-baik saja tanpa hambatan. Kemitraan ini ujarnya perintah dari UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang mengamanatkan, segala tindakan penyadapan, penggeledahan dan penyitaan yang dikerjakan KPK harus berdasarkan izin Dewan Pengawas.

“Sehingga penggeledahan sudah kita lakukan kurang lebih 25 kali, penggeledahan dengan 201 kali penyitaan, juga telah melakukan empat kali Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dari jumlah itu, telah ditetapkan 17 orang sebagai tersangka yang diantaranya terdiri dari bupati, kader partai politik, penyelenggara pemilu dan pengusaha,” ujarnya.

Nama populer yang diproses KPK kata Firli, adalah eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan eks caleg PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku. “Keduanya tersangkut kasus dugaan suap penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR 2019-2024,” ungkap Firli.

Komentar

Loading...