Membiarkan Penumpukan Penumpang Di Stasiun, Pengelola KRL Dinilai Tak Sensitif dengan Pandemi

Jakarta – Mantan Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi persoalan perhubungan, Alex Indra Lukman, meminta pengelola Kereta Rel Listrik (KRL), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), tidak membiarkan terjadinya antrian yang panjang di stasiun.

“Mengatur jumlah penumpang dalam satu gerbong dengan mengacu physical distancing, berkonsekuensi pada penumpukan penumpang di stasiun. Agar stasiun tidak dijubeli calon penumpang, pengelola KRL semestinya menambah volume jadwal keberangkatan setiap harinya,” ungkap Alex, dalam rilisnya, Kamis (9/7/2020).

Pernyataan Alex, yang juga Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat itu, menyikapi pernyataan VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba yang mengatakan, ada peningkatan jumlah penumpang KRL sebesar enam persen dalam sepekan terakhir.

“Jumlah pengguna KRL pada Senin (6/7/2020) itu, tercatat sebanyak 419.292 pengguna. Sementara, pengguna KRL pada Senin pekan sebelumnya (29/6/2020) sebesar 393.498 pengguna,” kata Anne dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Menurut Alex, physical distancing serta protokol kesehatan lainnya pada masa new normal ini, tetap harus dijalankan secara ketat. Karena bertujuan, memutus rantai penyebaran Covid19 sehingga bisa semakin cepat dikendalikan.

Selain itu, terang Alex, pengaturan ulang jadwal keberangkatan atau kedatangan KRL perlu ditata ulang. Terutama, di stasiun-stasiun dengan volume penumpang besar seperti Kota Bogor dan Serpong.

“Membiarkan terjadinya penumpukan penumpang di stasiun, menandakan pengelola KRL tidak sensitif dengan keadaan pandemi covid19,” tegasnya.

“Sebagai pelayan masyarakat di sektor transportasi publik, tidak bisa pengelola hanya sekadar mengimbau warga agar tidak berpergian pada jam sibuk. Pengelola harus melayani masyarakat, dengan tetap mengacu protokol kesehatan. Caranya bisa macam-macam,” ujar anggota DPR periode 2015-2019 itu.

Selain itu, Alex mengingatkan pengelola KRL, untuk makin mengintensifkan sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan terkait virus corona pada pengguna jasa. Selain itu, terus menambah fasilitas cuci tangan di tempat strategis di stasiun.

Komentar