oleh

Nono Sampono: Bayangkan Kalau Kita Tak Memiliki Pancasila?

Timika – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampono mengatakan Pancasila merupakan way of life bangsa Indonesia. Sehingga, tingkah laku dan tindak-tanduk para pemimpin serta seluruh rakyat Indonesia harus mencerminkan semua sila yang ada di dalam Pancasila.

Demikian disampaikan Nono, dalam Rapat Koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) di Timika, Rabu (22/7/2020).

“Kita harus terus mengingat dasar negara Pancasila yang merupakan landasan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila harus diterapkan untuk mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa,” ujar Nono.

Keberagaman secara natural ujar dia, merupakan karakteristik dari keindonesiaan. “Demikian pula secara antropologis dan sosiologis keberagaman ras, etnis, agama, kepercayaan dan budaya yang ada di Indonesia sudah ada sejak masa pra aksara hingga sekarang. Kita Indonesia hidup dan bahagia dalam keberagaman,” tegasnya.

Pancasila sebagai dasar Negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa lanjutnya, merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Walaupun sebagai bangsa, Indonesia masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, namun harus juga diakui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai Negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila.

“Bayangkan kalau kita tidak memiliki Pancasila, bangsa akan berantakan tidak karuan. Bukan hanya di Papua bermasalah, tetapi di Jawa pun juga ribut tentang Pancasila. Oleh karena itu, kita wajib berterimakasih kepada pendiri bangsa yang telah mewariskan Pancasila sebagai pemersatu wilayah dan bangsa di Nusantara ini dalam wadah NKRI,” jelas Nono.

Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”.

“Kita harus mewaspadai segala upaya yang merusak ideologi Pancasila untuk menghancurkan bangsa Indonesia. Mari bersama jaga dan junjung tinggi Pancasila dari berbagai serangan ideologi lain yang tak senafas dengan nilai-nilai kehidupan sosial masyarakat Indonesia,” pungkas Nono.

Komentar