JAKARTA – Komandan Lanud (Danlud) Haluoleo (HLO) Kendari Kolonel Pnb Muzafar bahwa wartawan ditunggangi oleh teroris mendapat sorotan. Pasalnya, tuduhan tersebut dinilak sebagai fitnah saat para pekerja pers ini hendak meliput kedatangan ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China.
Meski tuduhan Danlud Haluoleo terhadap wartawan ini sudah diklarifikasi, namun Kolonel Pnb Muzafar perlu belajar dan berhati-hati saat mengeluarkan pernyataan depan publik.
Wakil Ketua MPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) menyarankan agar Kolonel Pnb Muzafar lebih hati-hati saat berbicara, karena hal tersebut dapat menyinggung para wartawan dan masyarakat.
“Harusnya Lebih Hati2, Agar Tak Malah Meresahkan Wartawan Maupun Masyarakat Lainnya,” tulis HNW di akun twitternya, Jumat (10/7).
Pada tweet yang sama, Wakil Ketua Dewan Syuro PKS ini juga mengutip pemberitahuan soal sikap permintaan maaf Danlud Haluoleo ini. “Danlanud Haluoleo Minta Maaf-Klarifikasi soal Wartawan Yg Liput Kedatangan TKA dari China,Ditunggangi Teroris,”. tulisnya pada tweet yang sama.
Diketahui, Kolonel Pnb Muzafar telah mengklarifikasi tuduhan terhadap wartawan ini sudah disampaikan secara terbuka di media massa. Muzafar mengatakan, ucapannya tidak bermaksud ditujukan langsung kepada wartawan. Ia mengaku hanya membuat analogi agar mudah dipahami. (***)







Komentar