oleh

Misbakhun: Jangan Sampai Perut Rakyat Kosong karena Nanti Teriaknya Politik

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengaku tidak berani mengkritik menteri keuangan terbaik dunia. Alasannya, karena Misbakhun bukan Anggota DPR terbaik dunia.

“Saya ini bukan Anggota DPR terbaik dunia, makanya tak berani kritik menteri keuangan terbaik dunia,” kata Misbakhun, dalam Dialektika Demokrasi bertajuk “Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya”, di Media Center DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (6/8/2020).

Lebih lanjut, politikus Partai Golkar ini mengatakan Pemerintah sudah meletakan ekonomi on the track. “Masalahnya, apa track yang ada itu mengantarkan ke stasiun-stasiun berikutnya?, tanya Misbakhun.

Demikian juga halnya dengan bantuan sosial (Bansos), menurutnya, ini sifatnya sesaat. “Namun saya usulkan jangan terhenti di Bansos atau subsidi, tapi bebaskan biaya listrik sampai pengguna 1300 Kwh. Duitnya dari mana? Ini bisa didiskusikan. Pemerintah terbitkan surat utang, serahkan ke Bank Indonesia,” sarannya.

Namun Misbakhun mengungkap kekagetannya karena tiba-tiba Pemerintah justru menyelamatkan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. “Saya ingatkan, jangan sampai perut rakyat kosong karena nanti teriaknya politik,” tegas Misbakhun.

Sekarang imbuh Misbakhun, semua predikat terbaik dunia harus keluar. “Untuk apa predikat itu, kalau masalah dunia bisa diselesaikan, apalah artinya cuma nasional. Disinilah ujian predikat dunia itu,” pungkas Misbakhun.

Komentar

Loading...